< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Pemprov Banten Anggap Proyek Energi Panas Bumi Ramah Lingkungan

Selasa, 20 Februari 2018 | Selasa, Februari 20, 2018 WIB | Last Updated 2018-02-20T14:36:59Z

Eko Palmadi dan Agus Erwana
SERANG –Kepala Dinas Pertambangan Sumber Daya Energi Eko Palmadi menegaskan proyek energi panas bumi untuk pembangkit tenaga listrik terbarukan sangat ramah lingkungan dibandingkan menggunakan pembangkit tenaga listrik batu bara yag menimbulkan emisi dan pencemaran.
“Kami undang direktur panas bumi pusat untuk membangun bersama persepsi. Menjelaskan ke kita bagaimana panas bumi itu seperti apa? Pada kenyataannya panas bumi tidak ada masalah. Sekarang teman-teman lihat di Jawa Barat, Lampung, Sumatra Barat ada. Terus di NTT tidak pernah ada masalah,” katanya, Selasa (20/2).
Geothermal yang direncanakan akan dibangun di Kecamatan Padarincang oleh Pt Sintesa Banten Geothermal sangat raham lingkungan. “Yang perlu ditingkatkan adalah pemahaman masyarakat. Mereka tidak mengerti. Jadi program kita bagaimana memberi pemahaman kepada masyarakat,” ucapnya.
Tahapan pembangunan energi terbarukan di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang ini, kata dia, baru tahapan persiapan, penelitian dan eksplorasi. Yang belum sampai ke produksi. “Belum tentu jalan disitu. Bisa aja ngebor ternyata tidak menghasilkan listrik,” paparnya.
Menurutnya, sudah ada sosialisasi terkait pembangunan geothermal ini. Sejak awal, masyarakat sudah diberikan penjelasan. Sambungnya, kalau memang ada penolakan seharusnya masyarakat menolak sedari awal. Untuk memberi penjelasan kepada masyarakat, terangnya, Direktur dari perusahaan PT Sintesa Banten Geothermal akan menerima masyarakat melakukan audiensi. “Kami sampaikan kepada direktur, masyarakat minta penjelasan dengan catatan audiensi bukan demo,” tuturnya.
Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan ada kekhawatiran masyarakat akan dampak yang terjadi dari sebuah proyek besar panas bumi. “Yang menurut masyarakat sudah dirasakan seperti pencemaran air keruh dan kekhawatiran longsor,” kata dia, Selasa (20/2).
“Namun sesungguhnya kalau yang kami tangkap bahwa kegiatan ini baru eksplorasi. Ada kurang lebih 100.000 lebih hketare yang menjadi area pantauan mencari titik mana yang bisa dilakukan dari panas bumi. Itu teknis,” terangnya.
Kekhawatiran ini, menurutnya sangat wajar yang sesungguhnya memerlukan tahapan sosialisasi agar warga paham apa kegiatan proyek panas bumi tersebut. Ia menilai, penolakan proyek tersebut sebagai aspirasi masyarakat. “Mungkin hanya komunikasi yang kurang. Tentunya kami akan cek langsung ke lapangan, cari yang tercemar seperti apa dan ada longsorannya dimana. Baru tahapan berikutnya melakukan audiensi lagi antara masyarakat dengan perusahaan,” tandasnya.
Sayang, pihak PT Sintesa Banten Geothermal enggan dikonfirmasi oleh media, Selasa (20/2) usai ekspose terkait energi panas bumi, di Pendopo Serang, Kota Serang.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update