SERANG – Dari empat daerah yang melaksanakan pilkada serentak di
Banten, Kota Serang dinilai akan menjadi pertarungan yang paling sengit.
Suksesi kepemimpinan di ibukota Banten ini akan mempertemukan dua kubu
besar calon yang didukung gabungan partai politik (parpol) dan satu
pasangan dari jalur perseorangan.
Kubu pertama, koalisi yang dibangun Partai Golkar, Demokrat, PKB,
NasDem, PBB, PKPI, Gerindra, dan PDIP yang mengusung bakal calon
walikota dan wakil walikota Vera Nurlaela Jaman-Nurhasan. yang Telah di tetapkan dengan No urut 1 Kedua, koalisi
yang dibangun PAN, PPP, Hanura, dan PKS mengusung Syafrudin-Subadri
Usuludin. yang telah memproleh Nomor 3 Sementara satu peserta lagi dari jalur peseorangan, yaitu
Samsul Hidayat-Rohman.telah mendaptkan No 2
Ketiga pasangan itu merupakan duet yang lolos seleksi panasnya
persaingan perebutan tiket rekomendasi parpol. Di menit-menit akhir
pendaftaran, nama Sekda Banten Ranta Soeharta harus tersingkir setelah
PKS menyatakan diri bergabung ke koalisi parpol pendukung
Syafrudin-Subadri. Sementara, PDIP yang awalnya mendorong Bambang
Janoko-Wahyudin Djahidi juga harus lempar handuk dan melebur ke koalisi
parpol pendukung Vera-Nurhasan.
Pengamat politik Suwaib Amiruddin mengatakan, Pilkada di Kota Serang
akan menjadi pertarungan sengit dua kubu besar koalisi partai tanpa
mengesampingkan calon dari jalur perseorangan. “Bakal sengit dan
berimbang karena dua kubu yang didukung partai merupakan tokoh sentral
di Kota Serang,”
Ketua STISIP Rangkasbitung ini menilai, masing-masing pasangan calon
punya modal dan segmentasi pemilih. Pengalaman Syafrudin sebagai
birokrat digabung dengan pengalaman Subadri sebagai ketua DPRD Banten.
Sementara, Vera merupakan istri walikota aktif yang dipadukan dengan
Nurhasan sebagai politikus dan pengusaha. “Aspek ini akan menjadi magnet
yang membuat kekuatan berimbang,” katanya.
Kehadiran pasangan dari jalur peseorangan, lanjutnya, juga akan
memberi warna tersendiri di Pilkada Kota Serang. “Calon independen punya
magnet. Di beberapa daerah independen punya kans untuk menang sepanjang
mampu menyolidkan dukungan KTP yang dikumpulkan dan dimaksimal untuk
menjadi tim,” katanya.
Pengamat politik Untirta Leo Agustino menyatakan hal sama. Ia menilai
Pilkada Kota Serang akan menyajikan persaingan yang menarik tanpa
mengesampingkan pasangan calon dari jalur perseorangan yang sudah
mendaftar ke KPU Kota Serang.
Peta pertarungannya ada di dua pasangan calon dari jalur partai
politik karena koalisi yang bersaing memunculkan kontestasi antara
Vera-Nurhasan dan Syafrudin-Subadri. “Pilkada lebih mengarah pada
persepsi masyarakat luas. Mereka bisa memilih siapa saja berdasarkan
preferensi sosiologisnya, politisnya, psikologisnya, bahkan pilihan
rasionalnya,” urainya.
Pemilih di Banten, kata Leo, umumnya masih pragmatis sehingga selain
figur yang perlu diperhitungkan juga adalah kemampuan kandidat melakukan
vote buying. Leo menegaskan, parpol dalam konteks pilkada
sekadar kendaraan politik karena parpol belum memerankan perannya
sebagai partai politik. “Yang mereka perankan selama ini menjadi partai
pemilu atau partai kampanye, yang hadir hanya setiap kali ada pemilu
atau pilkada,” tutup Leo.
0 comments:
Post a Comment