< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Bupati Serang Ancam Tutup Perusahaan Buang Limbah Sembarangan

Selasa, 24 Juli 2018 | Selasa, Juli 24, 2018 WIB | Last Updated 2018-07-24T13:23:45Z


SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah geram dengan tidak berujungnya pencemaran limbah di aliran sungai Ciujung dan Cidurian. Oleh Karena itu, dirinya tidak segan untuk menutup perusahaan yang membuang limbah ke sungai tidak sesui aturan.
“Sama seperti dulu SOP nya, mereka di tegur dan ditugaskan melakukan apa dan kalau enggak (dilakukan) ditutup, kalau enggak kacau soalnya,” ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kepada Kabar Banten saat ditemui di Pendopo, Senin (23/7/2018).
Tatu mengatakan, persoalan pencemaran sungai Ciujung dan Cidurian ini memang tidak pernah tuntas. Namun selama ini DLH pun masih terus melakukan penanganan. Dirinya pun menilai penanganan dari DLH kabupaten Serang sudah cukup keras.
“Saya rasa cukup keras. Sampai di tahun kemarin kan ada pabrik di tutup, dan kita sebetulnya memberi solusi kepada perusahaan dan itu terus dilanjutkan oleh LH karena kalau misalnya longgar akan semakin parah lagi,” katanya.
Ia menuturkan, permasalahan sungai Ciujung memang terhitung kompleks. Jika dilihat dari debit air saat ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana saat ini sedang masuk di musim kemarau, sehingga saat limbah yang sudah diolah digelontorkan ke sungai seharusnya dengan debit air tertentu akan larut, namun karena debitnya kecil sehingga campuran limbah itu tidak masuk.
Walau demikian, pihaknya tetap menginstruksikan kepada DLH agar ketat melakukan pengawasan terhadap industri penghasil limbah. “Tetap intruksi dari saya selaku kepala daerah harus dipantau ketat, karena dampaknya kemana mana, air sungai di kita masih dipakai oleh masyarakat soalnya,” katanya.
Saat disinggung adanya permintaan warga terkait normalisasi Ciujung, Tatu mengatakan sejak tahun 2015 Balai Besar sebenarnya sudah merencanakan untuk membuat tanggul sepanjang 11 Kilometer mulai dari Tol sampai ke Pamarayan. “Itu sudah masuk ke perencanan balai besar. Itu dananya setahun sudah,” ucapnya.
Kemudian, kata dia, karena selama ini masyarakat masih banyak yang mengandalkan air sungai termasuk Ciujung, dirinya pun meminta agar dilakukan revitalisasi Kalimati. Sebab bagaimana pun persoalan air bersih di wilayah Pontang dan Tirtayasa sangat penting.
“Saya berharap kalau itu realisasi bisa menjadi tendon air bisa jadi solusi, dan insyalllah 9 kilometer DED nya sedang dibuat oleh balai besar, dan saya sudah menghadap ke mentri, beliau sudah meyetujui unutk revitalisasi kalimati. Dan itu total oleh APBN,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan sejauh ini walau ada pencemaran di sepanjang aliran sungai CIujung, namun pihaknya belum mendapatkan laporan adanya masyarakat yang terdampak. “Belum ada laporan sih,” ujarnya.
Sri mengakui jika selama ini di wilayahnya memang masih ada beberapa daerah yang terkendala air bersih dan terpaksa menggunakan air yang tidak layak. Kondisi yang demikian memang sangat mengganggu terhadap kesehatan masyarakat.
“Otomatis itu potensi terjadinya diare, penyakit tilaqoid dan kurang baik dampaknya untuk kesehatan,” katanya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update