< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Sandiaga Tidak Setuju Debat Capres-Cawapres Gunakan Bahasa Inggris

Jumat, 14 September 2018 | Jumat, September 14, 2018 WIB | Last Updated 2018-09-14T10:36:28Z
 
JAKARTA –  Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengaku tidak sepakat terkait adanya usulan debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris. Pasalnya, Bahasa Indonesia dinilai lebih dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Saya rasa enggak perlu ya. Ini pendapat pribadi saya, bahwa bahasa kita adalah Bahasa Indonesia. Bahasa yang dimengerti 100 persen oleh orang Indonesia,” kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018).
Menurut mantan wakil gubernur DKI Jakarta, Bahasa Inggris hanya dikuasai oleh sebagian masyarakat khususnya kalangan menengah keatas, sementara tujuan debat juga menyampaikan visi misi pasangan capres-cawapres. Dikhawatirkan pesan tidak akan menjangkau seluruh  masyarakat jika menggunakan Bahasa Inggris.
“Bahasa Inggris ya ada yang mengerti, tapi kita kan ingin menjangkau seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.
Sandi, panggilan Sandiaga, tidak keberatan jika durasi debat diperpanjang. Pasalnya, dia sudah terbiasa dengan debat yang cukup panjang salah satunya ketika mencalonkan sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.
“Durasi saya pernah ikut pilkada, saya pernah ikut debat, karena menurut saya yang dikhawatirkan debat itu jadi tempat saling serang menyerang,” kata Sandi.
Pengusaha muda itu juga keberatan jika disebut sebagai debat, lebih tepat adalah sumbang saran atau bertukar pikiran, ide dan gagasan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
“Kalau kita saling debat malah memperlebar kesenjangan dan jarak antara satu kubu dengan kubu lain. Menurut saya mungkin sarasehan atau urun rembug. Judulnya mungkin debat tapi disebelah sana ada presiden yang kita hormati banget. Ada Pak Kiai, guru saya, mana bisa kita ngedebat. Kita kan harusnya sumbang saran. Karena rakyat yang akan menyaksikan,” tandas Sandiaga.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update