< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Harga BBM Naik Bakal Picu Inflasi

Kamis, 11 Oktober 2018 | Kamis, Oktober 11, 2018 WIB | Last Updated 2018-10-11T06:22:50Z

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang sedianya diberlakukan mulai pukul 18.00 WIB, Rabu (10/10).
Rencananya, harga BBM Premium akan naik menjadi 7.000 rupiah per liter untuk Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan 6.900 rupiah per liter di luar Jamali. Pengamat energi UGM Yogyakarta, Fahmi Radhy, mengatakan keputusan pemerintah membatalkan kenaikan harga premium merupakan langkah tepat.
“Sebab, bila premium dinaikkan akan menggerus daya beli dan secara signifikan menaikkan inflasi. Kenaikan inflasi itu akan menyebabkan harga bahan pokok naik, maka yang korban rakyat miskin juga, “ kata Fahmy saat dihubungi, Rabu. Menurutnya, kenaikan harga BBM secara bersama-sama akan langsung mempengaruhi psikologi masyarakat.
“Bisa bikin panik masyarakat karena sebelumnya pemerintah bilang aman. Tapi, kalau pertamax, pertadex, dan juga pertalite memang harus naik. Karena harga minyak dunia sudah tinggi,” kata dia.
Pertamina telah mengumumkan kenaikan harga BBM non subsidi per pukul 11.00 WIB, Rabu (10/10), yakni Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax 10.400 rupiah per liter, Pertamax Turbo 12.250 rupiah per liter, Pertamina Dex 11.850 rupiah per liter, Dexlite 10.500 rupiah per liter, dan Biosolar Non PSO 9.800 rupiah per liter.

Sepakat Ditunda

Sebelumnya, Deputi Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, mengatakan kenaikan harga BBM jenis premium yang sudah diumumkan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, diputuskan untuk ditunda.
“Menteri BUMN (Rini Soemarno) sudah meminta kepada Pak Jonan untuk menunda (kenaikan harga premium),” kata Fajar. Kementerian BUMN kemudian menanyakan (cross check) kenaikan harga premium ke Pertamina mengingat perusahaan pelat merah tersebut baru saja menaikkan BBM jenis nonsubsidi jenis pertamax series.
“Oleh karena itu, Menteri BUMN cross check ke Pertamina dan mereka bilang tidak siap untuk menaikkan dua kali, sehingga perlu waktu. Belum tahu apakah akan naik,” ujar Fajar.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update