< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Menkes Antisipasi Penyakit Infeksi dari Pembusukan Jenazah

Selasa, 02 Oktober 2018 | Selasa, Oktober 02, 2018 WIB | Last Updated 2018-10-02T05:36:22Z

JAKARTA-Tiga hari pasca terjadinya gempa disertai tsunami yang melanda Donggala, Mamuju dan Palu, sudah lebih dari delapan ratus korban jiwa yang jenazahnya telah ditemukan. Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek menyatakan bahwa sebaiknya jenazah para korban yang berhasil ditemukan untuk dikumpulkan (dipusatkan) di rumah sakit, untuk nantinya dikuburkan secara massal.
Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko pencemaran akibat timbulnya penyakit infeksi yang bisa ditimbulkan dari pembusukan jenazah para korban.
"Jenazah-jenazah itu dikumpulkan di RS. Dalam hal ini kami minta agar cepat dikuburkan massal dengan maksud agar (pasien/masyarakat) tidak tercemar penyakit yang bisa menyebabkan infeksi (akibat pembusukan jenazah)," tutur Menkes Nila Moeloek, dikutip dari Siaran Pers Kemenkes RI, Selasa 2 Oktober 2018.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, dr. Achmad Yurianto, kepada Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI menjelaskan bahwa jenazah mengalami pembusukan sejak satu jam pertama kematiannya. Pembusukan tercepat ada di bagian otak dan saluran pencernaan, karena seperti kita ketahui di dalam usus manusia tidak steril.
Hal tersebut mengandung banyak mikroorganisme yang membentuk gas sehingga jenazah akan menggembung. Adapun risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan dari pembusukan jenazah adalah keberadaan kuman yang dicemarkan melalui cairan maupun gas, sehingga dapat menimbulkan penyakit.Pembusukan yang cepat ini yang kita khawatirkan. Selain itu, cairan pembusukan jenazah ini bisa mengalir ke mana-mana. Ini sangat berbahaya bagi pasien lain, oleh karena itu seharusnya dimakamkan. Pembusukan jenazah bisa menjadi lebih berbahaya pada korban yang mengalami luka terbuka," ungkap dr. Yuri.
Saat ini, proses pemakaman massal sudah dimulai dengan menetapkan lokasi penggalian dan mulai penguburan secara bertahap, karena jenazah masih terus berdatangan. Jenazah yang datang di rumah sakit terlebih dulu diidentifikasi oleh pihak kepolisian untuk mengetahui identitas korban.
Jika pada korban tidak terdapat kartu tanda pengenal, maka jenazah akan difoto kemudian dilabeli. Foto korban ini untuk bisa diketahui identitasnya bila di kemudian hari ada keluarga atau kerabat yang mengenali. Sementara pelabelan digunakan untuk data pada lokasi pemakaman massal.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update