< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Sandi Uno Pemuda Melenia Ojo Loyo

Sabtu, 27 Oktober 2018 | Sabtu, Oktober 27, 2018 WIB | Last Updated 2018-10-27T11:45:43Z


JAKARTA –  Jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya istilah ‘Politikus Sontoloyo’ untuk para politikus yang tidak tahu tata krama serta memakai cara-cara lama, calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno juga memiliki istilah sendiri yakni ‘Ojo Loyo’ bagi rakyat rakyat Indonesia.
“Nggak ada komentar (pernyataan Jokowi). Saya bilang ke anak muda ayo, milenial ojo loyo, ojo loyo. Ini kesempatan kita, 2019 ojo loyo, kita harus semangat, ekonomi kita harus kita bangkitkan dan di bawah Prabowo-Sandi, fokusnya adalah ekonomi,” kata Sandiaga di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (27/10/2018).
Ojo loyo merupakan bahasa Jawa yang artinya ‘jangan lemah’. Kata tersebut keluar dari mulut Sandiaga untuk memotivasi rakyat Indonesia yang tengah diterpa melemahnya perekonomian negara. “Jadi ekonomi harus ojo loyo,” tandas Sandiaga.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengakui keceplosan mengucapkan politikus sontoloyo saat membagikan sertifikat hak atas tanah di lapangan bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018).
“Itulah kepandaian politikus, mempengaruhi masyarakat, hati-hati saya titip ini, hati-hati. Hati-hati banyak politikus yang baik-baik tapi juga banyak politikus yang sontoloyo,” kata Jokowi.
Kemudian, pernyataan politik sontoloyo diklarifikasi oleh Jokowi. Menurut penilaiannya politik yang tidak memiliki tata krama, dan masih menggunakan cara-cara lama.
“Kalau masih memakai cara-cara lama seperti itu, masih politik kebencian, politik SARA, politik adu domba, politik pecah belah, itu yang namanya itu politik sontoloyo,” ucap Jokowi usai membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 Tahun 2018, di Hall Nusantara Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/10/2018).
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update