< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

“Stakeholder” Proaktif Siapkan Mitigasi Bencana

Senin, 22 Oktober 2018 | Senin, Oktober 22, 2018 WIB | Last Updated 2018-10-22T01:37:06Z

JAKARTA – Potensi gempa tidak hanya ada di wilayah Surabaya dan Madura, tapi juga di sebagian besar wilayah Indonesia. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), Dwikorita Karnawati, mengatakan kondisi ini terjadi karena Indonesia berada dalam lingkaran Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang terbentuk oleh gerak lempeng tektonik aktif.
“Cincin Api Pasifik adalah zona berbentuk tapal kuda dan menjadi zona sabuk gempa paling aktif di dunia. Bukan hanya Indonesia, negara lain seperti Jepang, Taiwan, dan Selandia Baru juga masuk dalam cincin api pasifik tersebut,” kata Dwikorita dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (21/10). Usai terjadi gempa di Indonesia beberapa waktu yang lalu, banyak masyarakat yang mulai resah terkait fenomena alam ini.
Terlebih, beberapa pihak tak bertanggung jawab membuat dan menyebarkan hoaks tentang potensi gempa di Indonesia. Salah satu yang terbaru adalah kabar mengenai potensi gempa di Surabaya–Madura. Dwikorita mengimbau masyarakat bersama pemerintah dan stakeholder lain lebih baik proaktif mempersiapkan upaya mitigasi bencana dari pada meributkan ramalan dan prediksi gempa.
“Lakukan aktivitas seperti biasa, jangan terpengaruh oleh isu-isu yang diembuskan oleh pihak yang ingin membuat kegaduhan dan kecemasan,” ujar Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada itu. Dwikorita mengingatkan ada banyak mitigasi bencana yang bisa dilakukan. Pertama, edukasi masyarakat tentang perlindungan dan keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi.
Kedua, membangun bangunan dan infrastruktur yang sesuai building code. Ketiga, menetapkan tata ruang wilayah berbasis peta rawan bencana. Keempat menyiapkan jalur evakuasi. Terakhir, membangun shelter untuk evakuasi vertikal dari ancaman tsunami di daerah pantai.
Selain itu, Dwikorta menegaskan bahwa saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi datangnya gempa bumi. “Hingga saat ini belum ada satu pun negara dan teknologi yang mampu meramalkan dan memprediksi gempa bumi,” ucap Dwikorita.

Catatan Sejarah

Sementara itu, terkait potensi gempa di wilayah Surabaya dan Madura, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly, menjelaskan tentang peta sumber dan bahaya gempa bumi di Indonesia 2017. Menurutnya, secara geologis dan tektonik, wilayah Kota Surabaya dan Madura memang berada pada jalur zona sesar aktif.
Dalam hal ini, wilayah Surabaya berada pada jalur zona sesar Kendeng. Sedangkan Madura berada pada jalur zona sesar RMKS (Rembang, Madura, Kangean, dan Sakala). Sadly menyebut, berdasarkan catatan sejarah kegempaan (Visser 1922), jalur sesar Kendeng pernah memicu terjadinya gempa bumi merusak di Mojokerto (1836,1837), Madiun (1862, 1915), dan Surabaya (1867).
Di luar itu, sesar RMKS juga pernah memicu terjadinya gempa bumi merusak di Rembang-Tuban (1836), Sedayu (1902), Lamongan (1939), Sumenep (13 Juni 2018 dan 11 Oktober 2018). Meski menurut sejarahnya terjadi beberapa aktivitas kegempaan di Surabaya dan Madura, Sadly meminta masyarakat tetap tenang tapi waspada.
“Saya berharap masyarakat tetap tenang, namun waspada. Pemerintah melalui BMKG terus memantau gempa yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia selama 24 Jam penuh setiap harinya,” tegas Sadly. 

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update