< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Warga Pasar Kemis Menderita Akibat Tercemar Limbah

Jumat, 12 Oktober 2018 | Jumat, Oktober 12, 2018 WIB | Last Updated 2018-10-12T11:35:19Z

Warga RT 01 dan 03 di RW 05, Kampung Picung, Desa Pasar Kemis, mengeluh karena kulit mereka gatal-gatal setelah air sumur diduga tercemar limbah kimia pabrik.
TANGERANG-Penyakit kulit menyerang warga RT 01 dan 03 di RW 05, Kampung Picung, Desa Pasar Kemis , Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Warga mengeluh karena kulit mereka gatal-gatal setelah air sumur diduga tercemar limbah kimia pabrik.
Penyakit itu mulai terjadi saat disekitar pemukiman tersebut berdiri dua pabrik dan satu gudang kimia. Kualitas air sumur warga terus menurun. Bahkan, warna air berubah menjadi kuning keemasan.
"Disekitar sini ada dua pabrik, pabrik benang, accu dan satu gudang kimia," kata Endang, 35, warga setempat, Jumat (12/10/2018).
Sehingga, lanjutnya, kuat dugaan bahwa pencemaran itu berasal dari dua pabrik tersebut, karena saat pabrik tidak beroperasi, warna air berubah lebih bening.
“Itu diduga karena dari limbah pabrik, karena saat dua pabrik berenti beroperasi agak bening, antara pabrik benang atau Accu, warga curiga dari limbah pabrik ini,” tambahnya.
Sementara Sarniti, 45, salah satu warga yang turut menderita penyakit gatal-gatal mengatakan, awalnya air sumurnya tidak berubah warna. Namun, air disekitar pabrik memang diduga tercemar lebih dulu. Kemudian, pencemaran itu meluas hingga ke area pemukiman warga.
"Sudah tujuh tahun, awalnya enggak sampe rumah, tapi sekarang udah nyebar kesini," katanya.
Ia juga mengatakan, bukan hanya dirinya yang menderita gatal-gatal, namun hampir seluruh warga di RT 01 dan 03 tersebut, karena rata-rata menggunakan air tanah.
“Rasanya kaya alergi, gatel, panas, saya udah tiga kali berobat, tapi obatnya engga cocok malah tambah gatel,” bebernya.
Bahkan, lanjut dia, akibat penyakit gatal-gatal itu, salah seorang warga setempat ada yang meninggal dunia, penyakit itu telah menyebar hampir ke seluruh tubuhnya.
“Tiga tahun lalu ada yang meninggal gara-gara gatel seluruh badannya, udah pada hitam gitu karena gatel, makanya kita juga ngeri, pengennya air bersih lagi,” tandasnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update