< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Perlu Tiga Tahapan Atasi Korban Bencana Alam

Rabu, 02 Januari 2019 | Rabu, Januari 02, 2019 WIB | Last Updated 2019-01-02T14:25:20Z

JAKARTA - Setiap terjadi bencana alam, Kementerian Sosial (Kemensos) selalu hadir di tengah lokasi bencana un­tuk memberikan perlindungan sosial kepada korban bencana. Setidaknya ada tiga tahapan yang dilakukan dalam Program Perlindungan Sosial Korban Bancana Alam, yakni praben­cana, saat bencana dan pas­cabencana.
Menteri Sosial, Agus Gumi­wang Kartasasmita menjelas­kan, pada tahap prabencana Kemensos membangun sistem kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, seperti penyiapan bufferstock logistik, penyiapan sarana dan prasarana, peny­iapan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kampung Siaga Ben­cana (KSB) dan petugas lain­nya.
Pada saat bencana, Kemen­sos mengaktivasi sistem yang sudah dipersiapkan untuk pe­nanggulangan bencana alam secara terpadu. Sistem yang di­maksud adalah Klaster Nasio­nal yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulang­an Bencana (BNPB) dimana Ke­mensos bertugas dalam Klaster Perlindungan dan Pengungsian dan Klaster Logistik.
“Fokus penanganan adalah evakuasi pengungsi ke tempat aman, serta kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok khusus lainnya,” kata Mensos, di Jakarta, Senin (31/12).
Pada saat terjadinya bencana dan pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat, Kemensos mengerah­kan seluruh potensi penang­gulangan bencana alam. Yakni pengerahan personil Tagana dan Sahabat Tagana, KSB, Ken­daraan Siaga Bencana, barang persediaan, alat evakuasi, alat dan sistem komunikasi, dan kerja sama lembaga pemerin­tah dengan NGO.
“Barang persediaan terdiri dari makanan, sandang, ke­butuhan keluarga dan anak, kebutuhan khusus untuk pe­nyandang disabilitas. Ini ada­lah kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak bencana,” tutur Mensos.
Selain pemenuhan kebu­tuan makanan, perlindungan sosial korban bencana alam, Kemensos juga memprioritas­kan tersedianya alat evakuasi terdiri dari tenda pengungsi, tenda dapur umaum, tenda ke­luarga di lokasi pengungsian.
Kemensos, lanjutnya, juga memiliki alat evakuasi berupa perahu karet, perahu seafrog polytheline, perahu doplhin, ka­pal cepat evakuasi dan logistik yang siap digunakan.
“Kendaraan Siaga Bencana juga wajib siap 24 jam sewaktu-waktu diperlukan. Misalnya Mo­bil Dapur Umum Lapangan, Mo­bil Rescue Tactical Unit (RTU), Truck Bak Kayu. Mobil Tangki Air, Motor Trail,” terangnya.
Pemenuhan Kebutuhan
Direktur Jenderal Per­lindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat me­nambahkan, tiga langkah yang dilakukan pada masa tang­gap darurat bencana adalah Pengerahan Tim Penanganan Terpadu, pemenuhan kebutuh­an tempat tinggal sementara dan perlengkapan, dan pem­berian santunan ahli waris. 
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update