![]() |
| Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade. |
JAKARTA-Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hingga
saat ini masih terus mengawal penghitungan suara secara manual (real count)
Pilpres 2019. Pengawalan penghitungan suara untuk mencegah dugaan
masifnya kecurangan rekapitulasi suara yang dilakukan Komisi Pemilihan
Umum (KPU).
Kendati demikian, BPN hingga kini masih merahasiakan data maupun lokasi pusat dilakukannya real count internal. Seperti diketahui, hasil perolehan real count
internal itulah yang menjadikan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo
Subianto mendeklarasikan kemenangan sesaat setelah pencoblosan.
"Ada di beberapa tempat (lokasi pengolahan real count) dan
saling terkoordinasi. Enggak boleh disebutkan tempatnya. Karena
tempatnya harus aman," kata Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN)
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, di Jakarta, Rabu
(24/4/2018)
Sebelumnya beredar informasi, lokasi tempat pengolahan data real count
BPN dipusatkan di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan. Namun kemudian
internal BPN menyebutkan, pusat pengolahan data berada di Hotel Ambhara,
Jakarta Selatan, namun kembali disanggah. "Di Ambhara udah pindah.
Kemarin kan satu-satu di munculkan, kayak Rumah Sandi," ucap Andre
Rosiade.
Di lain pihak, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin
sudah memperkenalkan pusat pemantauan penghitungan Pemilu 2019 bernama
'war room', yang berlokasi di salah satu ruangan di Hotel Grand Melia,
Jakarta.
Ketua Harian TKN, Moeldoko mengatakan keberadaan war room merupakan
alat kontrol TKN terhadap penghitungan suara Pemilu 2019. "War room ini
adalah alat kontrol kami," kata Moeldoko.







0 comments:
Post a Comment