< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Membangun Komunitas Super Hebat

Sabtu, 24 Agustus 2019 | Sabtu, Agustus 24, 2019 WIB | Last Updated 2019-08-23T20:25:26Z

Membangun komunitas adalah salah satu bentuk mengembangkan jaringan. Individu yang berada dalam komunitas, apapun komunitasnya, harus mampu membawa energi positif, baik untuk dirinya sendiri, terlebih untuk masyarakat.
Dalam kerangka membangun dan mengembangkan energi positif dalam berorganisasi atau berkomunitas itu, komunitas pekerja yang terhimpun dalam Pekerja Migran Indonesia (PMI) Profesional di Qatar, meminta ‘transfer ilmu’ energi positif dan motivasi kepada motivator nasional dan internasional, Dr Aqua Dwipayana.
Suntikan motivasi diberikan Aqua Dwipayana kepada PMI sekitar akhir 2019 lalu, di Wisma Duta KBRI Doha, Qatar. Lebih dari 3 jam diskusi. Komunitas pekerja migran profesional menikmati materi sang pakar motivasi.
Semua peserta antusias sekali mendengarkan dan memyimak materi yang disampaikan Aqua Dwipayana. Apalagi, Doktor lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung, ini menayangkan banyak video yang sangat menyentuh kehidupan.
Cara memotivasi sangat khas. Berinteraksi langsung dengan peserta. Ini membuat peserta merasa dihargai. Aqua Dwipayana ‘menantang’ seluruh PMI Profesional di Qatar untuk menunjukkan keteladan. Antara ucapan harus sama dengan perbuatannya. Dengan begitu semua orang akan respek dan memberi apresiasi.
Sharing Komunikasi dan Motivasinya berjudul “Memperkuat Kemampuan Komunikasi PMI Profesional Qatar Untuk Jadi Yang Terbaik Guna Meningkatkan Citra Indonesia Di Luar Negeri”. Ratusan PMI termasuk Ketua Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) Handoko dan pegawai KBRI Doha yang hadir sangat antusias. Acaranya langsung dipimpin Duta besar (Dubes) RI di Qatar Marsdya TNI Purn M. Basri Sidehabi.
Dengan materi motivasinya, Aqua ingin membuat PMI menjadi pekerja super hebat. Menurut Aqua kehadiran PMI dan keluarganya di Qatar membawa nama bangsa dan negara Indonesia. Terkait dengan itu semuanya harus menunjukkan keteladanan.
“Ingat semua PMI dan keluarganya di manapun berada selalu menjadi sorotan banyak orang baik warga Qatar maupun warga negara asing lainnya. Tuntutannya perilaku dan tutur katanya harus baik. Penilaiannya pasti dikaitkan dengan Indonesia,” tegas Aqua.
Bahkan, Dubes RI di Qatar Marsdya TNI Purn M. Basri Sidehabi menyimak semua yang disampaikan Aqua. Beliau sangat mengapresiasi karena semua yang disampaikan menyentuh hati yang hadir.
“Pak Aqua ini hebat. Penyampaian presentasinya mampu ‘menghipnotis’ semua yang hadir. Tanpa terasa sharingnya lebih dari 3 jam. Saya perhatikan semua PMI dan pegawai KBRI yang hadir pada senang dan gembira. Mereka jadi makin semangat menjalani hidup ini,” ungkap mantan Irjen TNI ini.
Motivasi Tiada Henti
Agenda di Qatar adalah salah satu agenda Aqua Dwipayana yang dikenal sebagai motivator dengan agenda super padat ini. Bisa disebut sebagai salah satu manusia super sibuk di Indonesia.
Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Solo, Magelang, Bali dan beberpa kota di luar Jawa merupakan rangkaian sharing komunikasi dan motivasi Aqua, bulan lalu. Itu belum termasuk acara di Korea Selatan.
Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat bidang Komunikasi Publik itu dijadwalkan sharing Komunikasi dan Motivasi dengan Ribuan orang yang latar belakangnya berbedabeda. Pada 19 Agustus 2019 di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Magelang.
“Pesertanya sekitar 500 orang yang terdiri dari para siswa, guru, dan pegawai di sekolah tersebut. Kepala Sekolahnya Bapak Muh Nursahid yang mengundang saya,” jelas Dr Aqua.
Temanya adalah Membangun Generasi Milenial Berakhlaq Mulia Menuju Era Revolusi Industri 4.0. Diharapkan semua siswanya dapat mempersiapkan diri terutama yang saat ini duduk di kelas sembilan.
“Komunitas guru dan murid di sekolah kami dan seluruh keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Magelang mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya atas berkenannya Dr Aqua memberikan sharing Komunikasi dan Motivasi di tempat kami. Kehadiran beliau sangat besar manfaatnya terutama untuk menyemangati para siswa dan guru,” ungkap seorang guru.
Lalu Rabu, 21 Agustus 2019 motivator yang telah memotivasi ratusan ribu orang baik di Indonesia maupun di mancanegara ini diagendakan untuk jadi narasumber di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) di Jakarta. Komandannya Laksda TNI Heru Kusmanto yang mengundang Dr Aqua. Pesertanya sekitar 300 orang.
Tema materinya adalah Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Prajurit TNI AL untuk Mewujudkan Militansi dan Profesionalisme dalam Bekerja. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Jokowi ke para prajurit TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara.
Sementara Jumat, 23 Agustus 2019 Dr Aqua rencananya sharing Komunikasi dan Motivasi di Universitas YARSI Jakarta. Rektor Universitas YASRI Prof Fasli Jalal yang mengundangnya. Pesertanya sekitar 1.500 orang yang sebagian besar Mahasiswa baru.
Temanya adalah Mewujudkan Perilaku Cerdas berintelektual Dengan Menumbuhkan Semangat Cinta Terhadap Kampus Sebagai Dunia Akademik Bermartabat. Diharapkan seluruh yang hadir dapat mengimplementasikan nilai-Milan intelektual yang menonjol dalam kehidupan di perguruan tinggi.
“Kegiatan itu merupakan tahap pertama dalam rangkaian banyak aktivitas bersama Pak Aqua. Secara bertahap beliau akan diagendakan untuk memotivasi semua mahasiswa Universitas YARSI yang jumlahnya sekitar 7.500 orang termasuk mahasiswa baru. Juga ratusan karyawan baik dosen maupun tenaga pendidikan serta pegawai rumah sakit YARSI,” ungkap Prof Fasli.
Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional itu sengaja mengundang Dr Aqua untuk memotivasi jajarannya karena yakin kehadiran Bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana tersebut dapat menyemangati seluruh mahasiswa dan jajarannya. yun/E-6
Pesan Emas untuk Jurnalis dan Masyarakat
Motivator kaliber nasional, Aqua Dwipayana, membeberkan pentingnya memperkuat jaringan dengan berbagai pihak. Khusus untuk Jurnalis, Aqua menilai, menjadi jurnalis merupakan kesempatan memperlebar hubungan baik dengan tokoh-tokoh penting. Kans ini juga tak lepas dengan pola kerja jurnalis yang harus bertemu banyak orang.
Dengan memperkuat jaringan, lanjut Aqua, pekerjaan seorang jurnalis menjadi lebih mudah. Betapa tidak, banyaknya kedekatan dengan narasumber otomatis berdampak pada lancarnya arus informasi yang mengalir.
“Saya dulu sering dapat berita eksklusif bukan karena hebat, tapi karena mampu menjaga silaturahmi,” papar pria asal Pematang Siantar ini.
Selain itu, buah kuatnya jaringan juga bisa dirasakan ketika suatu saat nanti seorang jurnalis sudah pensiun atau berhenti dari dunia jurnalistik. Menurut alumus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, peluang berkarier di bidang lain bisa lebih terbuka.
“Karena banyak kenalan, kita bisa mudah memulai apapun. Yang terpenting kita mampu menjaga intregitas dan kredibilitas,” terang penulis 11 judul buku,, termasuk buku super laris “The Power of Silaturahim” ini.
Bahkan, bersilaturahim dengan tim PWI Peduli dan staf sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (16/8), Aqua menyampiakan, jejaring (networking) wartawan dan relasi yang luas.
Itu menjadi modal kuat bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menggelar berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi orang banyak.
Ya, Aqua Dwipayana merupakan motivator yang sudah banyak membagikan ilmunya. Semua itu diraih melalui perjalanan panjang. Sedari muda, ia merantau untuk kuliah di Malang, Jawa Timur sembari bekerja sebagai wartawan. Baginya hidup itu penuh perjuangan dan pengorbanan. Untuk meraih kesuksesan, harus punya keyakinan.
Bahkan Pak Aqua pernah menegaskan, “Saya tidak ambil pusing dengan komentar-komentar negatif. Ibaratnya anjing menggonggong kafilah berlalu. Saya tidak ingin menyimpan sedikitpun sampah-sampah dalam pikiran saya. Saya akan terus berbuat baik pada sesama”. yun/E-6
Alira, Membangun Komunikasi di Komunitas Global
Sebagai orang tua yang hebat, Aqua Dwipayana memiliki dua anak yang hebat-hebat juga. Salah satunya bernama Alira Vania Putri Dwipayana.
Kakak dari Savero Karamiveta Dwipayana ini, aktif dalam komunitas pelajar dan mahasiswa se-dunia. Dia juga pernah menjadi relawan di Olimpiade Rio, Brasil, pada 2016. Bahkan, meski sibuk dengan kuliah di jurusan dan fakultas Bisnis Korea University di Seoul, selalu terbuka dan senang menyambut kolega dari Indonesia yang berkunjung ke Seoul.
Kekuatan silaturahim dari ayahnya dicontoh dengan baik oleh sang anak. Ara, panggilnan akrab Alira, sempat kuliah satu semester di jurusan Hubungan Internasional program internasional Fisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dejak 2014 mendapat beasiswa tanpa ikatan dari Korean Government Scholarship Program – Undergraduate (KGSP-U) utk kuliah di Korea University.
Ara mulai tinggal di Korsel 2014. Selama setahun mendalami bahasa Korea. Kegiatan itu wajib diikuti para penerima beasiswa tsb meskipun bahasa pengantarnya di kampusnya bahasa Inggris. Setelah itu mulai kuliah.
Ketekunannya selama belajar bahasa Korea membuat Ara berhasil mencapai level 6, tingkatan tertinggi saat Test of Proficiency In Korean (TOPIK). Itu sama dengan TOEFL dalam bahasa Inggris.
Dr Husni Rahman Karepesina, Staf Penyusun Informasi dan Publikasi pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Maluku, juga sangat terkesan dengan Ara.
Menurut Husni, ada hal yang tidak biasa pada diri pemudi Ara (23 tahun) ini. Bagi dia, orang seperti Ara ini termasuk mahasiswi yang pantas dicontoh, terutama oleh generasi muda.Sebagai mahasiswi S1 di salah satu perguruan tinggi terbaik di Korea Selatan, Ara berani mengambil keputusan berangkat haji dari Korea. Fan masya ALLAH itu atas biaya pribadinya sendiri, bukan dari pemberian orangtuanya,” kata Husni.
Selama kuliah di sana pun Ara tidak bergantung lagi pada orangtuanya. Ia salah satu mahasiswi berprestasi penerima beasiswa penuh dari pemerintah Korea Selatan.
Keberhasilan Ara tak lantas membuatnya besar kepala. Bahasanya tetap santun dan rendah hati. Baginya semua yang diperoleh berkat kebesaran ALLAH SWT semata. Manusia, kata Ara, tinggal meminta. Tak ada yang mustahil bagi Allah. Dialah Zat Yang Maha Kaya dan Maha Kuasa. Hanya kadang manusia yang enggan meminta kepadaNYA.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update