![]() |
“Jika kamu ingin melunakkan hatimu maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR al-Hakim)
|
Hati yang keras akan hadir dengan warna
yang menodai hari-hari kita. Sebab hati yang keras tidak tenang dengan
berdzikir kepada-Nya. Hati yang keras tidak mau mengambil pelajaran dari
ayat-ayat-Nya. Bahkan Syekh as Sa’di dalam Taisir al karim ar Rahman
menyebut orang yang berhati keras itu tidak lagi merespon larangan dan
peringatan. Bahkan ketika setan membisikkan sesuatu, ia jadikan sesuatu
itu sebuah argument untuk mempertahankan sebuah kebatilan dan senjata
untuk berdebat dan membangkang kepada Allah dan Rasul-Nya.
Mengobati hati yang keras memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dimana orang yang tertimpa penyakit seperti itu, hendaklah senantiasa melakukan berbagai amal yang bisa membuat hatinya lunak, sehingga jiwanya mempunyai potensi untuk berubah dan menerima curahab sifat kasih sayang yang sumber dari Allah. agar anntinya sifat dan kondisi keras hatinya perlahan melunak. Dalam QS Az Zumar ayat 22 diingatan:
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ
لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ
قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan
Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari
Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang
besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah.
Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”Dalam kitab al Mustadrak karya Imam
Hakim disebutkan sebuah amalan yang bisa melunakkan hati yang keras.
dicritakan di dalamnya bahwa suatu hari seorang laki-laki datang mengadu
kepada Rasulullah tentang hatinya yang keras, ekemudian Nabi menjawab:
إن أردت تلين قلبك، فأطعم المسكين، وامسح رأس اليتيم
“Jika kamu ingin melunakkan hatimu maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR al-Hakim)
Makna usaplah kepada anak yatim di atas
bukan serta merta mengusap kepala anak yatim, melainkan menyayangi,
mengayomi dan berlemah lembut terhadapnya. Untuk melunakkan hati yang
keras, kita perlu melatih diri untuk berempati dengan anak yatim
tersebut. Bisa dengan memberinya makan, uang atau bantuan lainnya yang
bisa membuatnya nyaman.
Menyantuni dan mengasihi anak yatim
adalah salah satu perbuatan yang sangat dicintai Allah Swt. Barangsiapa
yang berbuat baik dan menyisihkan hartanya untuk anak yatim, Allah tidak
hanya melunakkan hati yang keras, melainkan juga akan memuliakan
dirinya selama hidup di dunia, serta memberikan tempat terbaik untuknya
di akhirat nanti.
Alhasil, siapa pun yang telah banyak
melakukan berbagai cara agar memiliki hati yang lembut namun tidak
berhasil jua, cobalah resep dari Rasulullah seperti di atas. Cukup
dengan menyayangi anak yatim dengan cara terbaiknya, insyAllah hati yang
keras kian melunak dengan sendirinya.

.gif)