< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Kinerja Lembaga Internal KPK Harus Makin Solid

Rabu, 18 September 2019 | Rabu, September 18, 2019 WIB | Last Updated 2019-09-18T14:34:34Z

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemberantasan Korup­si (KPK) masa jabatan 2019-2023, Nurul Ghufron akan menyamakan persepsi dengan internal lembaga antirasuah tersebut. Hal ini dilakukan agar ke depan jajaran internal KPK makin kompak. Jajaran inter­nal KPK harus makin solid.
“Ya itu kami akan mensolid-kan di internal dulu dan menya­makan visi dan frekuensinya biar kemudian ketika kami bergerak bisa sinergis. Pergerakannya adalah pergerakan institusi KPK, tidak tercecer-cecer,” kata Ghu­fron, di Jakarta, Selasa (17/9).
Dosen Fakultas Hukum Uni­versitas Jember ini tidak akan terlalu memperdulikan isu ju­lukan polisi Taliban dan India yang disematkan kepada beber­apa struktural di KPK. Menurut Ghufron, warna-warni perbe­daan tersebut hal wajar, yang penting NKRI harus tetap satu.
“Dasar hukum yang dijadi­kan pegangan untuk bergerak satu. Perkara ada yang hitam, kuning langsat itu biasa, saya ng­gak apa-apa. Dengan pimpinan yang lain berbeda-beda. Tetapi kalau ukurannya sama, cinta NKRI yang satu visinya membe­rantas korupsi, inginnya Indo­nesia lebih baik maka apapun warna-warna itu memberikan kekayaan,” jelas Ghufron.
Ghufron tidak akan meng­khusus-khususkan kasus ko­rupsi yang ada di KPK. Beban kasus yang masih menggan­tung di KPK, akan dilanjutkan jika sudah memenuhi dua alat bukti yang cukup.
“Kasus-kasus yang tertunda kalau sudah ada dua alat bukti yang cukup maka akan kami nai­kkan. Standarnya kalau di mata hukum tidak ada kasus yang besar-besar. Tidak, yang disebut korupsi sama, tidak dilihat besar kecilnya, tapi dilihat dari me­menuhi atau tidak memenuhi berdasarkan dua alat bukti. Ini dilakukan supaya tidak menum­puk, semakin berganti tahun, be­bannya semakin berat,” katanya.
Selain itu, Ghufron juga tidak mempermasalahkan dan men­dukung adanya Wadah Pegawai (WP) KPK, asalkan masih dalam koridor dan kapasitasnya me­wakili aspirasi dan kepentingan pegawai KPK.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update