Monday, 16 December 2019

Sehatkan Keuangan Negara, Perlu Kebijakan Luar Biasa

JAKARTA – Sejumlah kalangan me­ngatakan kesulitan keuangan negara, antara lain ditandai dengan seretnya penerimaan pajak, bukanlah hal baru karena sudah terjadi sejak beberapa ta­hun lalu. Hal ini merupakan dampak dari perlambatan ekonomi yang tak te­rhindarkan.
Oleh karena itu, pemerintah perlu menjalankan kebijakan yang di luar kebiasaan untuk mengatasi persoalan tersebut. Misalnya, memangkas impor pangan dan barang konsumsi rumah tangga yang bisa diproduksi di dalam negeri. Kemudian, menghentikan sub­sidi bunga berbunga obligasi rekapita­lisasi perbankan eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Direktur Pusat Studi Masyarakat (PSM) Yogyakarta, Ade Irsad Irawan, mengemukakan kekurangan target pe­nerimaan pajak hingga November lalu sekitar 441 triliun rupiah. Ini setara de­ngan bunga berbunga obligasi rekap BLBI. Jadi, pemerintah bisa moratorium pembayaran bunga itu.
“Buat apa kita subsidi bank rekap, pemilik obligasi rekap yang kaya-raya. Lebih baik dananya dipakai untuk tam­bal defisit agar utang negara tak makin bengkak. Ini hanya soal waktu, seper­ti menahan napas di dalam air. Lama-lama jebol juga,” ujar dia, ketika di­hubungi, Minggu (15/12).
Kebijakan luar biasa lainnya yang perlu dijalankan adalah memangkas impor pangan yang memboroskan de­visa hingga 15 miliar dollar AS atau 210 triliun rupiah (pada kurs 14.000 rupiah per dollar AS) setahun.
“Lebih baik dana itu untuk bantu pe­tani kita kembangkan pertanian pangan nasional. Dananya akan berputar di da­lam negeri, nggak dibawa keluar. Kalau untuk impor, sama saja bantu petani asing,” papar Irsad.
Dia menambahkan impor barang konsumsi rumah tangga yang bisa di­produksi di dalam negeri juga mesti di­kendalikan, termasuk cangkul dan juga komponen otomotif yang mencapai lima miliar dollar AS setahun.
Apabila semua kebijakan itu dilak­sanakan, ekonomi Indonesia bakal se­hat. Pemerintah tidak perlu menambah uang beredar (money supply) yang me­micu inflasi dan depresiasi rupiah. Se­lain itu, tidak perlu memboroskan devi­sa untuk impor yang konsumtif.
“Jika kita nggak berbuat apa-apa atau business as usual maka pemerintah ter­paksa menambah uang beredar. Jangan heran jika rupiah akan jebol lagi. Lalu, sektor riil melambat dan pengangguran meningkat,” tukas Irsad.
Gerogoti Pendapatan
Sebelumnya dikabarkan, pembayar­an cicilan dan bunga utang Indonesia dikhawatirkan bakal semakin menggero­goti penerimaan negara, seiring dengan melambungnya penarikan utang baru untuk menambal defisit anggaran yang melebar dari target sebesar 1,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Defisit APBN 2019 ditaksir melebar jadi 2,2 persen karena target penerima­an pajak kemungkinan tidak tercapai. Pemerintah mengungkapkan hingga ak­hir November 2019, penerimaan pajak baru mencapai 72 persen atau sebesar 1.136 triliun rupiah, dari target senilai 1.577 triliun rupiah. Ini berarti masih kurang 441 triliun rupiah dari target.
Peneliti Indef, Bhima Yudhistira, mengingatkan saat ini bunga Surat Ber­harga Negara (SBN) pada tenor 10 tahun mencapai 7,3 persen, sementara bunga deposito hanya 5–6 persen per tahun.
“Kalau situasi ini dilanjutkan akan menjadi blunder ke sektor riil, karena uang yang harusnya masuk ke bank lalu disalurkan ke kredit, kini mengendap di kas pemerintah,” jelas dia.
Menurut Bhima, sepanjang tahun ini pemerintah telah menerbitkan SBN sebesar 396,79 triliun rupiah atau naik 48,83 persen dibandingkan tahun lalu. Ini digunakan untuk menambal defisit.
Sementara itu, hingga Oktober 2019, pemerintah sudah menarik utang 384,52 triliun rupiah, atau 107,03 persen dari target sepanjang tahun ini yang se­besar 359,25 triliun rupiah.
Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah kembali meningkat, hingga Oktober 2019 mencapai 4.756.13 triliun rupiah.
Bhima menyatakan pelebaran defi­sit seharusnya mendorong pemerintah mencari jalan keluar lain, bukan dengan menambah utang. Pemerintah, lan­jut dia, seharusnya dapat mengendali­kan defisit dengan memangkas belanja pegawai dan barang.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Pimpinan Anggota Beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Serang

Pimpinan Anggota Beserta Sekretariat DPRD Kabupaten Serang

HARI ANTI KORUPSI MEMBUAT MASYARAKAT MISKIN

HARI ANTI KORUPSI MEMBUAT MASYARAKAT MISKIN

Selamat Hari Pahlawan Biro Umum Provinsi Banten

Selamat Hari Pahlawan Biro Umum Provinsi Banten

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

Energi Untuk Masa Depan Bangsa

Energi Untuk Masa Depan Bangsa

SELAMAT HARI JADI KOTA TANGSEL

SELAMAT HARI JADI KOTA  TANGSEL

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

KEMENTRIAN DALAM NEGERI RI

DPRD KAB TANGERANG HUT TANGERANG

DPRD KAB TANGERANG HUT TANGERANG

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

BERBUAT BAIKLAH SESUNGUHNYA UNTUK DIRI KITA

Silakan Klik Kerja sama Publikasi

MOTO KAMI


Cermat Cerdas Tepat Dalam Informasi Menjadi Media Inpendent Berita Tanpa Intervensi

Unsur Pimpinan DPR RI 2024 2029

PT KONTAK MEDIA PERSADA GROUP KLIK

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Aku Tahu Apa Yang Kau Suka ?

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

Hidup Untuk Saling Melindungi Bukan Saling Melukai

BUMN PEDULI BANGSA

BUMN PEDULI BANGSA

Penawaran Kerja Sama

TV KONTAK BANTEN

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

KEMENTRIAN SEKRETARIS NEGARA

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

Hari Amal Bhakti ke 78 Bakti Untuk Negeri

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI

FORUM UNIVERSITAS TRISAKTI
Media yang kuat butuh rakyat yang terlibat, mengelola kebebasan dengan bertanggung jawab._ Najwa Shihab

SILAKAN PASANG IKLAN KLIK

SELAMAT ULANG TAHUN KAB TANGERANG

SELAMAT ULANG TAHUN KAB TANGERANG

KONTAK MEDIA GROUP

BACA BERITA BIKIN PAS DI HATI YA DI SINI !!

INFO CPNS DAN PPPK 2025 KLIK

PESAN MAKANAN ENGAK RIBET

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

SELAMAT DAN SUKSES

SELAMAT DAN SUKSES

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

BERGERAK DAN BERGERAK

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support