< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Anggaran Daerah Presiden Minta Kepala Daerah Tak Simpan Dana Transfer di Bank

Jumat, 21 Februari 2020 | Jumat, Februari 21, 2020 WIB | Last Updated 2020-02-21T13:51:40Z

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta kepada para kepala daerah untuk memaksimalkan peng­gunaan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pre­siden tidak ingin DAU dan DAK yang ditransfer dari pusat hanya mengen­dap di rekening bank.
“Perlu saya ingatkan, karena di sini hadir gubernur, bupati, dan wali kota, mengoleksi dan memungut pajak itu sangat sulit sekali. Pemerintah pu­sat kemudian mentransfer ke daerah dalam bentuk DAU dan DAK, tetapi saya perlu ingatkan di November dan Oktober 2019 lalu uang yang berada di bank-bank daerah di mana APBD itu disimpan masih pada angka 220 triliun rupiah,” kata Presiden Jokowi.
Hal tersebut disampaikan Presi­den Jokowi saat memberikan sam­butan Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) In­vestasi Tahun 2020 di Grand Ball­room, The Ritz Carlton, SCBD, Jakar­ta, Kamis (20/2).
Menurut Presiden, keberadaan uang di bank tersebut akhirnya ti­dak memengaruhi ekonomi daerah. “Disimpan di bank ada 220 triliun rupiah. Guedhe banget (besar sekali) angka ini. Memang di Desember tu­run tinggal 110 triliun rupiah, tapi juga masih angka yang besar sekali angka itu,” tutur Presiden.
Presiden pun tidak ingin hal se­rupa terjadi di tahun 2020 ini. Menu­rut Presiden, jika uang transferan dari pusat ke daerah dipergunakan akan membantu pertumbuhan ekonomi.
“Kalau itu bisa dihabiskan sebetul­nya beredar di masyarakat ini akan pengaruhi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di dae­rah itu. Ini yang gubernur, bupati, dan wali kota harus sadar. Jangan sampai dinas keuangan menyimpan uang di bank sebanyak ini. Jangan sampai terulang di 2020,” tegas Presiden.
Sebab itu, Presiden mewanti-wanti kepada jajarannya agar mampu menarik para investor untuk berin­vestasi di Indonesia. Menurut Presi­den, dengan adanya investor maka akan ada modal yang masuk.
“Semua negara sekarang ini ber­putar arus modal masuk, berputar yang namanya investasi agar ada capi­tal inflow, ada arus modal yang masuk dari negara lain ke negaranya. Begitu juga negara kita, Indonesia. Kita ingin ada arus modal masuk,” ujar Presiden.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update