< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Irna Narulita Resmikan Pusat Pendidikan Konservasi di TNUK

Jumat, 28 Februari 2020 | Jumat, Februari 28, 2020 WIB | Last Updated 2020-02-28T08:30:57Z
 
Bupati Pandeglang Irna Narulita meresmikan pusat pendidikan konservasi di Taman Nasional Ujung Kulon, Kampung Legon Pakis, Tanjunglame, Kecamatan Sumur, Kamis (27/2/2020).*
PANDEGLANG, (KB).- Bupati Pandeglang Irna Narulita meresmikan pusat pendidikan konservasi di Taman Nasional Ujung Kulon, Kampung Legon Pakis, Tanjunglame, Kecamatan Sumur, Kamis (27/2/2020).
Irna berharap pusat pendidikan ini bisa mengedukasi masyarakat tentang perkembangan populasi habitat yang ada di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).
“Nanti, masyarakat Pandeglang khususnya bisa tahu tentang keberadaan badak jawa yang ada di TNUK dan habitat lainnya yang sudah ada di wilayah TNUK,” kata Bupati Pandeglang Irna Narulita.
Ia menjelaskan, semua orang mengetahui jika badak jawa bercula satu merupakan warisan dunia yang ada di Kabupaten Pandeglang.
“Tapi hingga saat ini belum bisa melihat langsung seperti apa bentuk dan rupa badak jawa. Legon Pakis ini bisa menjadi sarana wisata edukasi masyarakat dan para wisatawan yang datang sebelum JRCA dibuat,” tuturnya.
Sementara Kepala Seksi Satu Panaitan Husen mengatakan, pemanfaatan Pusat Pendidikan Legon Pakis ini akan dilakukan secara kolaboratif masyarakat dan desa.
“Desa dan masyarakat akan mengelola ini sambil kami dampingi sehingga bisa membuat forum bisnis dalam pemanfaatan nya,” katanya.
Husen mengatakan, Pusat Pendidikan Konservasi dibangun di lahan seluas 30 hektare yang terletak di beberapa titik.
“Segmennya jelas untuk edukasi pendidikan konservasi bagi pengunjung, mulai dari pelajar, mahasiswa ,pencinta alam dan penelitian,” ucapnya.
Menurut Husen, Legon Pakis juga bisa menjadi filter agar zona inti tidak terganggu.
“Zona inti bukan untuk kepentingan wisata saja, namun untuk kepentingan terbatas seperti penelitian,” tuturnya.
Khusus untuk wisata, lanjut Husen, pada tahun 2021 akan dibangun Javan Rhino Studi and Conservation Area (JRSCA) dengan program multiyears.
“Nanti kita akan lakukan pemilihan oleh tenaga ahli, indukan yang sudah tidak produktif dua atau tiga akan kita pilih untuk display,” ujarnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update