< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Rehabilitasi untuk Atasi Sedimentasi

Senin, 17 Februari 2020 | Senin, Februari 17, 2020 WIB | Last Updated 2020-02-17T10:31:23Z
 
Foto : DOK KLHK
TINDAK LANJUT ARAHAN PRESIDEN | Menteri LHK, Siti Nurbaya (tengah), Wakil Menteri LHK, Aloe Dohong (kedua dari kiri), Sekjen KLHK, Bambang Hendroyono (kedua dari kanan) dan jajaran eselon 1 KLHK ketika menggelar rapat di Wonogiri, Jateng, Sabtu petang (15/2). Rapat ini membahas tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo terkait rehabilitasi lahan di sekitar Waduk Gajah Mungkur.
JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya langsung menindaklanjuti arahan arahan Bapak Presiden Joko Widodo di lapangan secara tehnis, sistematis, dan kelembagaan terkait rehabitasi lahan, guna mengatasi sedimentasi Dam (waduk) Gajah Mungkur, di Wonogori, Jateng, sudah ada dan sangat tegas.
Kepada media, Minggu (16/2), Menteri Siti Nurbaya mengungkapkan, pihaknya langsung menggelar rapat bersama jajaran eselon I yang juga dihadiri Wamen LHK, Aloe Dohong, sesaat Presiden dan rombongan meninggalkan Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri Sabtu.
Dalam rapat ini Siti menegaskan lebih lanjut kepada jajarannya tentang fokus dan maskot program ini dalam bentuk dukungan sarana pembibitan persemaian moderen.
“Yang perlu dilakukan secara besar-besaran menurut Presiden, bahkan dalam satu provinsi perlu 50 hingga 100 juta bibit. Dan dalam distribusinya kepada masyarakat dengan suplai bibit melalui Kebun Bibit Desa yang harus tersedia di tempat-tempat yang harus dilakukan rehabilitasi. Tercatat tidak kurang dari 25 ribu desa di Indonesia di sekitar hutan diantaranya pada bentang alam kelandaian diantara kawasan masyarakat dan hutan,” papar Siti Nurbaya.
Menurut Siti Nurbaya, kombinasi berbagai perlakuan kerja rehabilitasi DAS termasuk dalam koordinasi tata ruang dengan pihak-pihak lain perlu dilakukan. Semua itu harus dilakukan dengan pendekatan holistick pada satu sistem lahan, sehingga pola pencegahan erosi tebing dan longsor berjalan efektif.
“Penataan ruang, pengendaliannya serta pengembalian fungsi retensi air di setiap segmen bentang alam harus menjadi perhatian semua pihak” tegas Menteri Siti di hadapan jajarannya
Dalam kaitan rehabilitasi lahan ini, kata Menteri Siti, himbauan dan ajakan Presien pada masyarakat, sudah kit ketahui sama-sama di berbagai kesempatan seperti untuk kegiatan agroforestry, kombinasi antara sengon/albasia dengan vetiver serta dukungan pohon buahbuahan dan porang.
“Ini baik untuk ditanam ditempat yang curam yang rawan longsor, di daerah hulu yang fungsi mengikat tanahnya penting, ini perlu ditanam vetiver,” kata Menteri Siti, menirukan arahan Presiden Jokowi, di hadapan masyarakat Desa Jatisari, Sabtu lalu.
“Presiden menekankan pentingnya pengurusan wilayah hulu Dam”. Model rehabilitasi seperti ini harus dilakukan segera serentak agar untuk menyelamatkan lingkungan di seluruh Indonesia.
Pemulihan Lingkungan
Seperti diketahui, kunjungan kerja Presiden ke Wonogiri, Sabtu untuk bersama-sama masyarakat melakukan penanaman bersama dengan 20187 lubang tanaman bersama masyarakat dalam rangka rehabilitasi lahan guna mengatasi sedimentasi Dam (waduk) Gajah Mungkur.
Presiden Jokowi, dari beberapa rangkaian kerja lapangan sejak di Sukajaya, Jabar dan Srumbung Magelang serta Jatisrono Wonogiri ini melakukan konfirmasi pokok masalah kerusakan lingkungan dan orientasi pemulihan lingkungan yang menjadi prioritas utama harus dilakukan. Menteri Siti melanjutkan penegasan Presiden kepada jajarannya bahwa
Kerja lapangan terkait Dam Gajah Mungkur membuktikan bahwa pendangkalan akibat masuknya sedimen dari wilayah hulu waduk.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update