JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai digitalisasi tengah berkembang luar biasa pesat. Maka dari itu, bank diminta harus adaptif.
Senior Executive Analyst Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Roberto Akyuwen, mengatakan saat ini bank berkepentingan untuk melayani konsumen sesuai dengan gaya hidup, variatif berdasarkan gender.
"Indonesia termasuk negara yang penduduknya sangat antusias ketika penduduknya menggunakan produk keuangan yang berbasis digital," kata Roberto dalam Webinar bertajuk Transformation In Financial Industry: Shifting Of Service Into Digital Platform In The Era Of New Normal, Jakarta Selasa (22/9).
Roberto menjelaskan perkembangan dalam industri perbankan menghasilkan ekosistem yang berkembang. "Bank sudah waktunya menjadi tempat pemenuhan layanan keperluan. Kalau kita lihat dari periode waktunya, bahwa perjalanan teknologi perbankan ini sangat senantiasa bermutasi dengan cepat," kata dia.
Indonesia, kata dia, terbilang tertinggal terkait digitalisasi sehingga harus belajar lebih cepat. "Kalau kita masih belajar tentang AI, saat ini sudah berkembang lagi kognitif AI, saat kita masih terpaku pada big data analytics, orang sudah bergeser ke predictive analytics," tutur Roberto.

.gif)