Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, di Alam Sutera, Kota Tangerang. (Istimewa / Istimewa) |
TANGERANG -Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno mengajak masyarakat untuk bergotong royong menghadapi wabah COVID-19. Saat ini menurutnya, Indonesia membutuhkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga tidak terpecah dalam upaya penanganan pandemi virus tersebut.
Dijelasakn Rano, 75 tahun yang lalu Bung Karno dalam pidatonya mengatakan Indonesia adalah negara gotong royong. Hal tersebut masih relevan dalam konteks kekinian terkait pandemi COVID-19.
“Nilai gotong royong yang dikobarkan Bung Karno itulah, yang saat ini
sangat dirasakan di tengah-tengah masyarakat. Semua ini adalah
implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” ungkap Rano,
saat Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, di Alam Sutera, beberapa waktu
lalu.
Rano menjelaskan, nilai-nilai Pancasila semakin relevan dengan situasi dan kondisi saat ini. Bangsa Indonesia sedang menghadapi pandemi yang berdampak pada sektor ekonomi, sosial, politik, hingga Hankam.
Keseluruhan nilai yang terkandung dalam Pancasila memberi landasan berpikir dan bertindak bagaimana negara serta warganya bersikap dalam menghadapi pandemi.
“Melihat dari capaian kepatuhan masyarakat pada PSBB ke-10 tahap 11 sampai Minggu (20/9/2020), rata-rata mencapai 74,38 persen. Angka ini sebenarnya cukup baik, akan tetapi masih terdapat 25, 62 persen masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan. Dari angka 74,38 tersebut, angka RT nya masih di bawah 1,” ungkap Airin.
“Sedangkan seperti kita ketahui bersama menjelang akhir masa PSBB angka kasus cenderung naik dan ini ada kaitannya dengan kedisplinan atau ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (masih 25,62%). Sehingga kita masih memberlakukan PSBB kembali,” tambahnya.
Airin memastikan, seluruh kegiatan dengan melibatkan banyak orang akan dibatasi. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah klaster baru dan menambahkan kasus baru terhadap jumlah kasus Covid-19 di Kota Tangsel.
Lanjut dia, sosialisasi mengenai protokol kesehatan terus dilakukan. Secara masif pemerintah terus memberikan edukasi serta rekomendasi dan pertimbangan zona merah untuk Tangsel. Kemudian semua fasilitas pelayanan kesehatan pun ditambahkan.
“Indikator surveilans seperti tracing dan tes terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan indikator pelayanan kesehatan yang memadai dan dilakukan di semua sarana kesehatan,” ucapnya.
Untuk penggunaan masker, papar Airin, harus sesuai dengan ukuran wajah. Juga pada saat tidak mengenakannya, masker dilarang untuk diletakkan di atas dagu. Lalu diimbau agar masyarakat menggunakan masker dengan lapisan yang rapat dan menghindari masker dengan bahan berongga.
.gif)