< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Stimulus Ekonomi dan Kesehatan Belum Maksimal

Selasa, 20 Oktober 2020 | Selasa, Oktober 20, 2020 WIB | Last Updated 2020-10-20T08:16:30Z

 


JAKARTA- Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance atau Indef, Bhima Yudhistira, mengkritisi pola dari program Pemulihan Ekonomi Nasional  (PEN) yang digerakkan pemerintah, dalam menghadapi dampak dari pandemi COVID-19.

Bhima menilai, kesiapan pemerintah dalam hal stimulus PEN menghadapi resesi ekonomi relatif kecil. Atau hanya 4,2 persen dari produk domestik bruto (PDB) dibandingkan negara tetangga seperti misalnya Malaysia 20,8 persen dan Singapura 13 persen.

Apalagi, Bhima mencatat bahwa stimulus bagi sektor kesehatan dalam PEN hanya dialokasikan sebesar 12 persen. Sementara itu, untuk korporasi mendapat sebesar 24 persen stimulus.

"Ada ketimpangan yang nyata antara penyelamatan kesehatan dibandingkan ekonomi," kata Bhima saat dihubungi Selasa, 20 Oktober 2020.

Apalagi, Bhima menilai bahwa penanganan pandemi COVID-19 oleh pemerintah hingga saat ini masih bermasalah, dengan kasus positif harian yang masih berada di atas 4.000 kasus.Sehingga total kasus terkonfirmasi mencapai 349.160 hingga 16 Oktober 2020," ujar Bhima.

Karenanya, penanganan COVID-19 yang dinilai masih bermasalah itu telah membuat Indonesia termasuk ke dalam 18 negara, dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia versi Worldometer.

"Tingginya kasus positif COVID-19 membuat mobilitas masyarakat rendah," ujarnya.Sehingga total kasus terkonfirmasi mencapai 349.160 hingga 16 Oktober 2020," ujar Bhima.

Karenanya, penanganan COVID-19 yang dinilai masih bermasalah itu telah membuat Indonesia termasuk ke dalam 18 negara, dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia versi Worldometer.

"Tingginya kasus positif COVID-19 membuat mobilitas masyarakat rendah," ujarnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update