< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Buron Kasus Korupsi Videotron Rp 3,1 M Ditangkap Kejagung di Medan

Minggu, 17 Januari 2021 | Minggu, Januari 17, 2021 WIB | Last Updated 2021-01-17T16:09:20Z

 


 Jakarta -Kejaksaan Agung ( Kejangung0 menangkap buron kasus korupsi videotron pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan  , Djohan. Direktur CV Putra Mega Mas ini ditangkap di Ladang Mas, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatera Utara (Sumut)

"Tim intelijen Kejaksaan Agung RI dan tim intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara berhasil mengamankan tersangka DPO Kejaksaan Negeri Medan yang dipimpin langsung Asintel Kejati Sumut (Dwi Setyo Budi Utomo,SH,MH) beserta tim, telah berhasil mengamankan DPO atas nama tersangka korupsi dengan identitas bernama Djohan," kata Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung Sunarta dalam keterangannya seperti dikutip Sabtu (16/1/2021).

Sunarta menerangkan Djohan menjadi tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan sarana informasi massal tentang harga kebutuhan pokok secara elektronik pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp 3,1 miliar.

"Terkait dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pengadaan sarana informasi massal tentang harga kebutuhan pokok secara elektronik pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan tahun 2013 dengan anggaran sebesar Rp 3.168.120.000," tutur Sunarta.

Sunarta mengatakan berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor : Print-02/N.2.10/Fd.1/03/2017 tertanggal 20 Maret 2017, tersangka Djohan diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Djohan ditangkap pada Jumat (15/1) kemarin.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan saat dilakukan penangkapan, Djohan berusaha mengelabui dengan menyertakan identitas yang berbeda antara KTP dan SIM. Hal itu diduga dilakukan agar identitas Djohan tak dikenali.

"Pada saat tim tabur menangkap, tersangka Djohan berusaha mengelabui dengan menunjukkan identitas yang berbeda antara KTP dan SIM karenanya diduga tersangka berusaha untuk mengganti identitas agar tidak dikenali," ungkapnya.

Saat ini Djohan telah diserahkan ke pihak Kejari Medan yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen Bondan Subrata untuk dibawa ke kantor Kejari Medan.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update