< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card 💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Memperingati International Womens’s Day Organisasi Mahasiswi Sampaikan , Ini Tuntutannya

Sunday, 7 March 2021 | Sunday, March 07, 2021 WIB | Last Updated 2021-03-08T07:04:49Z

 


SERANG – Puluhan mahasiswi dari berbagai kampus di Kota Serang melakukan aksi di depan kampus UIN Banten, Jalan Jendral Sudirman, Ciceri, Kota Serang, Senin (9/3/2021). Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati International Womens’s Day atau Hari Perempuan Internasional. Dalam aksi tersebut mereka menyuarakan beberapa tuntutan untuk perlindungan wanita.

Sedikitnya ada lima tuntutan yang disuarakan oleh mereka, di antaranya mereka menuntut upah layak untuk pekerja perempuan, akui kekerasan seksual sebagai pelanggaran HAM dengan mensahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, akui pekerja rumah tangga sebagai pekerja formal , dan segera ratifikasi konvensi ILO 190  agar semua pekerja bebas dari kekerasan dan pelecehan, termasuk kekerasan berbasis gender. dan cabut undang-undang Cipta Kerja.


Wardila ( Kohati HMI Cabang Serang Ushada)   koordinator dikuti GMNI Linggkar Studi Feminin Kumala Kumandang Hamas Perempuan Mahardika dan Api Kartini   aksi mengatakan sepanjang pandemi kesehatan dan keselamatan kerja perempuan tidak dijamin. Pemerintah dan DPR mengabaikan kepentingan perempuan, mendahulukan kepentingan pengusaha.



“Hanya satu alasan mengapa DPR dan Pemerintah tidak mau mensahkan RUU PKS dan RUU PPRT yaitu mereka tidak mau mengakui kekerasan seksual dan pekerja rumah tangga sebagai pekerja. Tenaga kerja murah dan eksploitasi atas tubuh perempuan merupakan salah satu inti dari penindasan kapitalisme sehingga kehadiran UU Cipta Kerja untuk memastikan tenaga kerja murah dan eksploitasi atas tubuh perempuan tetap terjaga,” ucapnya.Menurutnya keberpihakan pemerintah dan DPR kepada pengusaha semakin nyata terlihat disaat pandemic, bukan hanya dengan mensahkan UU Cipta Kerja, tetapi produk undang-undang yang dihasilkan selama masa pandemic terutama yang menyangkut kaum buruh adalah untuk kepentingan pengusaha

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update