< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Pinjaman SMI Belum Jelas, Gembong : Program yang Didanai Utang Dipending

Selasa, 30 Maret 2021 | Selasa, Maret 30, 2021 WIB | Last Updated 2021-03-30T09:01:03Z

 


SERANG – Ketua Komisi III DPRD Banten, Gembong R. Sumedi meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menunda dulu program kegiatan yang didanai dari dana pinjaman PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Hal itu menyusul belum adanya kepastian penggunaan dana utang tersebut dari pemerintah pusat.

“Apapun kegiatan yang pakai (dana) PT. SMI tunda dulu deh. Kan Pak Gubernur juga minta ke pusat untuk melanjutkan pinjaman tanpa bunga. Dan sampai sekarang kita belum tahu jawabannya,” ujar Gembong saat menjadi narasumber podcast wakil rakyat bersama BantenNews.co.id di DPRD Banten, Selasa (30/3/2021).

Diketahui, belum adanya keputusan penggunaan dana pinjaman dari PT. SMI lantaran pemerintah pusat mengenakan beban bunga.

Dikatakan Gembong, APBD 2021 telah diketok pada akhir 2020 lalu. Dimana dalam pos pinjaman, Pemprov Banten tak menganggarkan bunga.

“Kalau memgenakan bunga tidak ada angkanya. Dan pastinya kalau mau dijalankan APBD harus direvisi,” kata Gembong.

Gembong mengaku, pihaknya memberikan usulan ke Gubernur Banten untuk menunda pinjaman dari PT. SMI.

“Kita sampaikan ke Gubernur, kalau memang harus menganggarkan bunga dari mana? Sementara APBD sudah diketok. Dan ini kan perda (peraturan daerah), tidak mungkin kita mengkhianati perda, masalah nanti,” katanya.

Politisi PKS itu juga mengaku, dari informasi yang didapatnya, jika Gubernur Banten tak akan melanjutkan kerjasama pinjaman.

“Pak Gubernur juga menyadari (itu). Infonya tidak akan melanjutkan proyek yang dibiayai oleh dana pinjaman. Dan itu juga sesuai usulan kita. Kalau mau aman sabar saja dulu. Kita gunakan dana dari kemampuan daerah sendiri,” jelasnya.

Menurut Gembong, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami penurunan drastis selama pandemi Covid-19. “PAD sebelumnya Rp8 triliun, turun Rp6 sekian triliun. Artinya jauh banget. Belum lagi kemampuam bayar pajak masyarakat sekarang kan menurun imbas dari Covid-19,” ujarnya.

“Jadi konsekuensi (ditunda) begitu. Kita ingin aman, jangan sampai kita kerjakan tapi pusat (tetap) mewajibkan bunga, sementara di APBD ngga ada anggaran buat bunga,” sambungnya
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update