KOTA SERANG KONTAK BANTEN Umat Islam memasuki tarawih malam ke-16 Ramadan 1447 Hijriah (H), Kamis, 5 Maret 2026. Malam ini menjadi pengingat agar umat Islam tetap menjaga konsistensi ibadah hingga akhir Ramadan.
Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah muakkad yang dilaksanakan setelah shalat Isya selama bulan Ramadan. Ibadah ini dapat dikerjakan berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Selain sebagai bentuk ketaatan, tarawih menjadi momen memperkuat kedekatan spiritual kepada Allah SWT. Ibadah ini juga menjadi kesempatan memperbanyak amal selama bulan penuh berkah.
Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-16 Ramadan
Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan ibadah malam Ramadan dalam hadis riwayat Abu Hurairah r.a. Hadis ini menegaskan qiyam Ramadan menjadi jalan pengampunan dosa bagi orang beriman.
Hal itu sebagaimana diterangkan dalam hadis berikut:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadan (shalat sunnah di malam hari pada bulan Ramadhan) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain keutamaan umum tersebut, terdapat pula keistimewaan khusus bagi orang yang melaksanakan tarawih malam ke-16 Ramadan. Penjelasan ini disebutkan dalam kitab Durratun Nashihin.
Di dalamnya dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan tarawih malam ke-16 mendapat ganjaran istimewa. Salah satunya dicatat selamat dari siksa neraka dan dijanjikan masuk surga.
Hal itu sebagaimana diterangkan:
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةَ عَشَرَةَ كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ مِنَ الْجَنَّةِ
Artinya: Pada malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.
Keutamaan tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam agar tidak melewatkan tarawih malam ke-16 Ramadan. Ramadan dipandang sebagai kesempatan memperbanyak amal dan memperbaiki diri.
Dalam pelaksanaannya, niat shalat tarawih berbeda bagi imam, makmum, dan orang yang melaksanakan sendiri. Berikut lafal niat yang umum dibaca umat Islam saat melaksanakan tarawih.
Niat berjamaah (makmum):
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muman lillahi ta'aalaa
Artinya: Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
Niat sendiri:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatattarowihi rok'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala
Artinya: Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
Niat sebagai imam:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta'alaa
Artinya: Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.

.gif)