< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Ketua Umum PP Muhammadiyah : Ingatkan Muhammadiyah Bukan Gerakan Politik

Selasa, 16 November 2021 | Selasa, November 16, 2021 WIB | Last Updated 2021-11-16T15:31:10Z
 

, JAKARTA – Fanatisme politik tak surut meski gelaran pesta demokrasi telah berlalu sekian lama. Yang lebih mengkhawatirkan, terlampau larut dalam fanatisme politik partisan justru membuat hilangnya objektivitas untuk melihat berbagai masalah secara jernih.

Menyadari kekhawatiran itu, Ketua Umum PP  Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan semua elemen di Muhammadiyah untuk memahami keyakinan, tujuan, dan karakter Muhammadiyah sebagaimana yang telah dipakemkan oleh generasi awalnya bahwa gerakan Muhammadiyah adalah gerakan dakwah kultural (muwajahah) dan bukan gerakan reaksioner (mu’aradhah).

“Ada kecenderungan partisan dan intifadha. Partisan itu kan sebenarnya bukan wilayah Muhammadiyah. Kalau mau berpolitik harus lewat parpol, makanya kita dorong kader-kader kita ke politik, jangan di Muhammadiyah,” tuturnya dalam peresmian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dramaga dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Ahad (28/3).

Haedar mengaku prihatin sebab tingkat fanatisme politik partisan membuat pelakunya seringkali menarik-narik Muhammadiyah untuk terlibat pada agenda sesaat dan keluar dari kepribadian, watak dan sikap pakem Muhammadiyah.

“Whatsapp grup di Muhammadiyah itu paling banyak membicarakan, merespon politik. Orang lain kalau melakukan penelitian di WA-WA grup Muhamadiyah bisa sampai pada kesimpulan ini organisasi politik, sementara orang-orang parpol tidak sedahsyat dan sepanas ini merespon isu-isu politik,” jelasnya.

“Kan aneh menurut saya, bagaimana mungkin ormas yang dulu dakwah, yang di jaman Belanda, Orla, Orba kemampuan adaptifnya luar biasa kenapa kok sekarang menjadi kaum-kaum reaktif konfrontatif, lebih-lebih pada isu politik padahal parpol dan kader-kader parpol tidak sedahsyat itu,” tuturnya.

Kekhawatiran Haedar lebih-lebih sikap partisan membuat warga Muhammadiyah larut pada kegiatan tidak produktif, sementara organisasi lainnya yang tidak terlibat pada fanatisme partisen justru terus melaju dengan cepat.

Untuk itu Haedar mengingatkan agar sumber-sumber pokok Muhammadiyah terkait pedoman keyakinan, tujuan, dan karakter Muhammadiyah kembali diperkuat agar konsep amar makruf nahi munkar di Muhammadiyah tidak dipahami sesederhana pengertian tekstualnya.

Amar makruf nahi munkar di Muhammadiyah menurut Haedar harus memiliki dimensi yang mengikutsertakan unsur Pencerahan  seperti Bayani (dalil), Burhani (ilmu), dan Irfani (hikmah).

“Ada aspek humanisasi (kemanusiaan), liberasi (pembebasan) dan transendensi (iman). Kemudian strategi dakwah itu kan ud’u bil hikmah wal mauidhatil hasanah,” jelasnya.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update