< !-- -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--

Tag Terpopuler

Dekan FEB Unis Tangerang Launching Buku “Strategi Marketing Mix Politik Dalam Pemenangan Pilkada”

Sunday, 28 August 2022 | Sunday, August 28, 2022 WIB | Last Updated 2022-08-28T10:32:37Z

 


 TANGERANG—Nama Dr Asep Ferry Bastian boleh jadi terdengar awam  di telinga masyarakat Kota Tangerang. Namun di kalangan pejabat, anggota DPRD hingga tokoh  politik kota Akhalqul Karimah, sepak terjangnya sudah tak diragukan lagi. Selama tiga periode  dia   berhasil mengantarkan Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah sebagai pemenang pilkada.

Dimulai ketika Arief masih mencalonkan diri sebagai wakil wali kota mendampingi Wahidin  Halim pada 2008. Tapi kemampuannya meramu strategi pemenangan makin teruji pada dua periode pasangan Arief-Sachrudin yakni tahun 2013 dan 2018. Dr Asep dipastikan selalu menjadi “otak  pemenangan” pasangan tersebut. Kini, dia baru saja melaunching sebuah buku berjudul  “Strategi Marketing Mix Politik Dalam Pemenangan Pilkada”.

Pria yang tak lain Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIS Tangerang ini  menggabungkan pendekatan praktisnya sebagai ketua  tim pemenangan serta keilmuan akademiknya  untuk berbagi “resep” mengantarkan pasangan calon kepala daerah berjaya dalam pilkada.“Buku ini adalah intisari dari disertasi pada saat saya doktor ilmu marketing di Unversitas  Brawijaya Malang. Nah, itu tema-nya tentang pemasaran politik, judulnya “Marketing Mix Politik  dan Keputusan Memilih Kepala Daerah Melalui Persepsi Nilai dan Positioning Sebagai Variabel  Intervening, itu studi pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur  Banten  2017,” terangnya Dari disertasi tersebut, ungkapnya, menghasilkan dua temuan baru, yakni persepsi nilai dan  positioning. Ada pun teori yang dipergunakan yaitu Teori Niffenegger.  Niffenegger sendiri  melahirkan produk politik, promosi politik, harga politik dan tempat politik. “Teori Niffenegger  diuji terhadap keputusan pemilih. Lahirnya temuan baru itu ada persepsi nilai dan positioning  tadi,” ujarnya saat ditemui di kampus, baru-baru ini.Dari aspek persepsi nilai ujarnya, kandidat harus memiliki keunggulan daya saing, atribut politik, kualitas  figur, serta brand name. Sementara dari aspek positioning, kandidat mesti memiliki keunikan, ciri  khas, perbedaan dengan kandidat lain, kebaruan/ inovasi  dalam memimpin, dan karakter dinamis  dalam memimpin. “Jika dua aspek itu baik, maka akan berdampak positif terhadap keputusan pemilih,”tulisnya.

“Intisari dari disertiasi itu secara konsep teori disajikan di sini (buku) dengan bahasa yang lebih  populer, karena kalau menggunakan bahasa akademis tentu terlalu berat dicerna.  Kebetulan saya dulu wartawan dan suka menulis jadi saya ubah (gaya bahasanya). Tapi beda halnya ketika menulis  di kampus tentu nggak boleh pakai gaya tulisan wartawan,” ujarnya.

Secara konkret Dr Asep mencontohkan persepsi nilai, seperti misalnya ketika seseorang melihat figur, maka  sudah bisa menyimpulkan, seseorang pemimpin mempunya daya saing serta atribut yang  melekat dalam figur kandidat. “Sebagai tokoh apa dia. Misalnya kita melihat Pak Jokowi apa sih persepsi seseorang, begitu juga ketika melihat Pak Arief itu apa sih persepsi orang yang melihat. Ahok misalnya dia persepsinya apa, tegas  misalnya,” terangnya.

Lebih jauh, akademisi yang kembali menumpuh studi (S-3) untuk kedua kalinya pada Program  Doktor (Ph.D) di Faculty of Technology Management and Technopreneurship, Universiti  Teknikal Malaysia (UTeM), Melaka (status cuti) pada 2018 serta pada tahun 2021 kembali menempuh studi (S-3)  Doktor Ilmu Politik di Universitas Nasional, Jakarta tersebut menyampaikan, pada BAB 1 sampai  BAB V dalam buku tersebut berisikan konsep teori dari pemasaran politik.  “Untuk BAB VI  sampai BAB VIII  itu berisi pengalaman praktik pilkada yakni 2008, 2013 dan 2018. Jadi sini  bercerita ketika memimpin pemenangan,” ujarnya.

Termasuk soal lingkaran dalam, jaringan dan kandidat sampai quick qount, real count  dan  sampasurvai i dinamika meraih kemenangan. “Jadi belajar dari pemenangan pilkada 2013  dan 2018. “Jadi untuk pilkada 2008 dalam buku ini hanya disinggung sekilas. Selain itu juga belajar dari pemilihan  pilgub Banten 2017.  Kalau itu hasil temuan riset (buku) sebetulnya di 2017 (Pilkada Banten), “ucapnya. Kebetulan dalam pilkada Banten hanya terdiri dua pasangan. “Tapi saya tidak membahas kandidat secara  spesifik, yang dibahas adalah persepsi pemilih terhadap keputusan untuk memilih,” jelasnya.

Secara garis besar buku ini terdiri dari BAB I yang berisi pedahuluan, BAB II menyangkut  dinamika politik di antaranya sejarah politik Indonesia, BAB III perihal Seluk Beluk Pemasaran,  BAB IV membedah pemasaran politik, BAB V memasarkan kandidat politik, BAB VI lingkaran  dalam dan jaringan kandidat, BAB VII memulai langkah kemenangan, BAB VIII dinamika  meraih kemenangan.

Dalam buku ini disertai kata pengantar dari Peneliti Pusat Riset Politik BRIN,Prof Dr Lili Romli,  serta Founder & CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah. Keduanya juga hadir sebagai narasumber saat bedah buku pada 25 Agustus  2022   lalu yang dilaksanakan secara daring.

Dalam penjelasannya Prof Lili  Romli mengatakan, political marketing di Indonesia tumbuh subur menjadi praksis ketika  pemilu   digelar secara langsung. “Dampaknya adalah kandidat mau tidak mau menjaring massa. Untuk  menjaring massa yang memilihnya itu adalah yang pertama dilakukan melakukan riset-riset  politik termasuk polling serta marketing politik. Ini dua-duanya saling berhubungan satu sama  lainnya,” jelasnya.

Sedangkan Eef Saefulloh Fatah mengatakan, harus diakui demokrasi di Indonesia adalah  demokrasi mahal. Bahkan jika dibandingkan dengan negara lain, sebut saja Malaysua demokrasi di Indonesia  termasuk salah satu yang paling boros. “Political marketing sering dianggap sebagai salah satu  sumbangan dari itu. Sesungguhnya, political marketing bukan penyumbang tetapi harus jadi  jalan keluar,” ujarnya. Mahalnya pemenangan ujarnya, bisa diefisiensi oleh political marketing.  “Political marketing bisa memulai kerjanya dengan riset-riset, termasuk di dalamnya persepsi  opini publik,” jelasnya. “Marketing politik itu sebetulnya lebih konsen kepada apa yang pemilih  inginkan,” jelasnya.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah juga menyampaikan sambutannya. Wali Kota mengungkapkan apresiasi kepada Dr Asep Ferry  Bastian yang berhasil meluncurkan buku pertamanya. Ia mengatakan buku ini menjadi spesial baginya karena mencatat sejarah perjalanan politik sejak awal mencalonkan sebagai Wakil Wali Kota Tangerang hingga terpilih sebagai wali kota  Tangerang dua periode. Bahkan, pada Pilkada  tahun 2018, dirinya yang ketika itu mencalonkan  diri sebagai wali kota dan berpasangan dengan Sachrudin sebagai wakil wali kota, hampir gagal  jelang pengambilan nomor .

Namun dengan  upaya berbagai melalui gugatan, dirinya kembali masuk dalam daftar peserta dan  memenangi Pilkada 2018. “Buku ini mencatat juga sejarah mengenai perjalanan politik saya dan  kami sampaikan apresiasi kepada Kang Asep yang sudah menuliskannya dan jadi bagian sejarah  penting dalam perjalanan kota ini kedepan,” kata dia.

Dirinya berharap buku ini dapat diterima masyarakat dan memberikan pelajaran politik  kedepannya. Sebab dinamika politik setiap daerah itu berbeda dan memiliki ciri sendiri. “Buku  ini memberikan banyak edukasi politik bagi kita semua,” katanya
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update