Saturday, 8 October 2022

Tradisi Maulid dan Pendidikan Karakter Bangsa

  
Maulid Nabi adalah hari untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Di Indonesia, maulid sudah ada sejak era Walisongo dengan nama perayaan Syahadatain atau Sekaten. Perayaan tersebut dilakukan demi menarik hati masyarakat memeluk agama Islam.

Hingga saat ini, tradisi atau upacara untuk memperingati kelahiran sang Nabi tetap dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Tradisi atau upacara tersebut telah berlangsung secara turun-temurun dan telah menjadi tradisi yang berakulturasi dengan adat budaya setempat. Ini merupakan dialektika agama dan budaya yang berjalan beriringan.
Meskipun berbeda dalam bentuk perayaannya, pada hakikatnya tradisi maulid tidak hanya sekadar seremonial belaka. Selain untuk penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, tradisi perayaan maulid di berbagai daerah juga mengandung makna filosofis substantif yang berkenaan dengan pendidikan karakter bangsa.
Nabi Muhammad SAW sebagai teladan umat telah mengajarkan manusia agar menjadi pribadi dan masyarakat beradab. Masyarakat beradab ditandai dengan pola masyarakat yang berkarakter luhur atau mulia dan selalu berlandaskan pada prinsip-prinsip moral. Tradisi maulid di berbagai daerah di Indonesia juga mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi penguat karakter bangsa.
Apalagi saat ini, masyarakat Indonesia seolah-olah telah kehilangan karakter. Berbagai perilaku amoral, tindakan anarkis dan perilaku koruptif menjadi bulan-bulanan media. Bangsa ini seolah-olah kehilangan tuntunan.
Tradisi maulid di berbagai daerah yang sarat nilai dan filosofi seharusnya menjadi referensi untuk mengembalikan jati diri bangsa yang mulai rapuh karena berbagai perilaku amoral. Nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya penting untuk disosialisasi dan terinternalisasi dengan baik dalam kehidupan masyarakat.
 
Jiwa Gotong Royong
Tradisi Endog-endogan yang merupakan tradisi masyarakat adat Banyuwangi di Jawa Timur  dalam memperingati Maulid Nabi sarat dengan nilai dan kearifan lokal yaitu semangat gotong royong dan saling tolong menolong antar warga.
Tradisi Endog-endogan ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Kata endog dalam bahasa Osing Banyuwangi berarti telur. Ada filosofi yang terkandung dalam tradisi Endog-endogan ini. Telur sebagai simbol terdiri dari tiga lapis, yakni kulit diibaratkan sebagai lambing keislaman, putih telur sebagai lambing keimanan, dan kuning telur melambangkan keihsanan.
Dalam tradisi ini telur dihias dengan menarik, dan ditancapkan ke batang pisang (jodang) yang juga telah dihias. Satu jodang biasanya terdapat lebih kurang 50 telur yang masing-masing telah ditempatkan sebuah wadah kecil yang menarik. Ribuan telur yang telah ditancapkan di batang pohon pisang tersebut lalu diarak keliling kampung. Saat mengarak telur, warga akan melantunkan shalawat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Acara ini juga berlanjut dengan kegiatan makan bersama dalam nampan ancak (nampan dari daun pisang. Satu ancak yang berisi nasi dan lauk pauk dimakan oleh 4-5 orang. Keguyuban pun langsung terasa saat semua berbaur bersama-sama memakan hidangan tersebut.
Tradisi Maulid Nabi masyarakat Aceh yang dinamakan dengan tradisi Mauripee juga mencerminkan semangat gotong royong warga. Mauripee merupakan bahasa Aceh yang berarti  iuran/patungan/kerjasama. Seluruh warga menyiapkan secara gotong royong mulai dari pembelian sapi serta keperluan lainnya untuk dimasak hidangan khas Maulid yaitu menu kuah beulangong.
Kuah beulangong adalah makanan khas Aceh berupa kuah merah sejenis gulai yang menggunakan daging sapi atau kambing dan nangka muda. Makanan ini disebut kuah beulangong karena proses memasaknya menggunakan belanga atau kuali besar yang dalam bahasa Aceh disebut beulangong.
Tradisi Panjang Mulud bagi masyarakat Banten tak luput dari semangat untuk memelihara sikap gotong royong masyarakat. Pelaksanaan Panjang Mulud melibatkan warga yang mampu dan warga yang kurang mampu untuk bergotong royong secara kolektif menyumbang dan saweran dalam membuat hiasan Panjang Mulud. Hiasan Panjang Mulud yang berupa tajug, kubah, kapal dan sebagainya, umumnya berisi telur hias dan sembako yang akan diarak dan dibagikan kepada masyarakat setempat.
 
Peduli Sesama
Tradisi Bungo Lado dalam perayaan Maulid Nabi SAW bagi masyarakat Minangkabau khususnya Kabupaten Padang Pariaman, memiliki aspek kepedulian sesama. Bungo Lado yang berarti bunga cabai, merupakan pohon hias yang berdaunkan uang atau yang biasa disebut juga pohon uang. Setiap kelompok masyarakat saling berlomba untuk menyumbangkan sebagian dari penghasilannya untuk disumbangkan dengan cara menghiaskan uang sumbangan tersebut ke sebuah ranting. Selanjutnya, Bungo Lado diarak menuju salah satu masjid atau surau. Uang tersebut nantinya akan disumbangkan untuk masjid dan kegiatan keagamaan lainnya.  
Tradisi Maulid yang disebut Keresan di Dusun Mengelo, Kabupaten Mojokerto juga menjadi ajang saling berbagi warga setempat. Keresan adalah tradisi berebut buah, sayur, sandal, sepatu, kopyah, hingga baju dan barang-barang lainnya yang digantungkan di pohon keres. Berbagai hadiah yang dipasang di pohon keres merupakan hasil iuran warga Mengelo dan juga sumbangan dari para pengusaha rumahan yang ada di dusun tersebut.
Tradisi Walima masyarakat Gorontalo untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW tak luput dari nilai sosial yang tinggi. Warga secara sukarela mempersiapkan acara Walima dan membuat kue khas Gorontalo seperti kolombengi, curuti, buludeli, wapili, dan pisangi dalam jumlah banyak kemudian disusun membentuk bangunan seperti rumah atau masjid.
Kue Walima tersebut diarak keliling kota menuju masjid terdekat. Setelah memanjatkan shalawat dan doa, kue Walima tadi kemudian dibagikan kepada warga untuk dibawa pulang.
 
Menjaga Kerukunan
Tradisi Sekaten yang merupakan warisan budaya suku Jawa dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki fungsi sosial bagi masyarakat, salah satunya sebagai ajang interaksi sosial masyarakat. Sekaten dapat dirasakan semua kalangan tanpa memandang status sosial.  
Dengan adanya Sekaten, masyarakat berkumpul dengan rasa solidaritas dan perdamaian. Tentunya dengan Sekaten mampu mempersatukan setiap individu yang datang dalam perayaan tersebut.
Tradisi Maudu’ Lompoa yang merupakan tradisi Maulid Nabi masyarakat di Sungai Cikoang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan juga memiliki filosofis yang dalam. Maudu’ Lompoa bukan hanya sekadar tradisi yang dilaksanakan untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW, namun juga sebagai ajang silaturahmi bagi masyarakat setempat.
Dalam perayaan ini, warga Cikoang dan sekitarnya mengarak Julung-Julung (replika perahu Pinisi) yang dihias beraneka ragam kain sarung dan dipamerkan di tepi sungai Cikoang. Prosesi arak-arakan julung-julung ini disebut angngantara’ kanre maudu atau mengantar persiapan maulid ke lokasi Maudu’ Lompoa.
Di dalam kapal-kapal itu terdapat berbagai macam bahan pokok mulai dari telur yang juga diwarnai berbagai macam warna, serta hasil bumi dari wilayah sekitar Kabupaten Takalar. Aneka sesaji juga dihadirkan sebagai pengisi julung-julung seperti bakul besar yang terbuat dari anyaman daun lontar atau biasa disebut “Baku Maudu” oleh warga setempat. Dimana di setiap bakul diisi oleh nasi pamatara atau nasi setengah matang yang dilengkapi dengan lauk ayam kampung. Julung-julung ini nantinya akan dibagikan kepada semua orang yang menghadiri acara Maudu Mompoa ini.
            Dengan memahami nilai-nilai luhur yang ada pada tiap tradisi Maulid Nabi di berbagai daerah di Indonesia, sudah semestinya keunikan khas tradisi bangsa tersebut perlu dijaga dan diwariskan secara turun temurun. Peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjalankan tradisi yang baik dengan nilai-nilai keislaman yang banyak terkandung di dalamnya, namun juga bagaimana perayaan Maulid Nabi tersebut dapat menjadi wahana untuk menanamkan pendidikan karakter.
 
Oleh : Dewi Ayu Larasati, SS, M. Hum

Share:

0 comments:

Post a Comment

KONTAK MEDIA GROUP

KONTAK MEDIA GROUP

STRIMING TV

PORTO FOLIO WEBSITE Silakan Isi Data

SELAMAT HARI PERS 2023

SELAMAT HARI PERS 2023

SELAMAT HARI PERS 2023 PERS BEBAS

SELAMAT HARI PERS 2023 PERS BEBAS

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

TALK SHOW MENCARI PEMIMPIN SEJATI

SELAMAT HARI PERS 2023 PERKIM KOTA CILEGON

SELAMAT HARI PERS 2023  PERKIM KOTA CILEGON

MOTO KAMI


BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA SESUNGGUHNYA UNTUK KEBAIKAN DIRI KITA

KEMENTRIAN LUAR NEGERI

KEMENTRIAN LUAR NEGERI

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM

RESOLUSI TAHUN 2023

RESOLUSI TAHUN 2023

INFO DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (DPR) RI

KEMENTRIAN BUMN

KEMENTRIAN BUMN

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

SELAMAT HARI ADIYAKSA KE 62

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Jadikan Kritik Masyarakat Sebagai INTROPEKSI

Dinas Pendidikan Kota Serang

Dinas Pendidikan Kota Serang

ENERGI KOLOBORASI

ENERGI KOLOBORASI

Bergerak TAK TERBATAS

Bergerak TAK TERBATAS

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

Ucapan Kementrian Agama DEPAG BANTEN HUT RI KE 77

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

KELUARGA BESAR KEJAKSAAN RI

SENYUM ADALAH IBADAH

SENYUM ADALAH IBADAH

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

Jadilah Penerus Bangsa Yang Peduli

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

JAGA KESEHATAN AGAR HIDUP LEBIH BERMAKNA

Bergerak Tumbuh Bersama

Bergerak Tumbuh Bersama

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

Berbuat Baiklah Karena Senyum Pun Ibadah

SELALU BERBUAT UNTUK BANGSA

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

AWAS BAHAYA LATEN KORUPSI

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Kata Motifasi Koran Kontak Banten

Mau Kirim Tulisan Artikel Klik aja

MOTO KAMI


Sekecil APAPUN Yang Anda Perbuat Akan Menjadikan Cermin Kami untuk Maju

BARCODE INFO KERJA KLIK

Silakan Pesan Buku Catatan Kehidupan Ali

Berita Populer

Pancasila Sakti 2022

Pancasila Sakti  2022

PANCASILA ADALAH NKRI

PANCASILA ADALAH NKRI

INFO KPK

INFO KEJAKSAAN RI

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

Bergerak Kita Bangkit untuk Indonesia

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

BERIKAN SENYUM UNTUK MU INDONESIA

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

HUT RI KE 77 Bangsa Besar Hargai Jasa Para Pahlawan

BANGKIT LEBIH KUAT

BANGKIT LEBIH KUAT

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

AYO SELAMATKAN BUMI KITA

PRAJA MUDA JIWA MUDA

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

Hati Nurani Tidak Ada Dalam Buku Tapi Ada di Hati

PROMOSI BERSAMA

SELAMAT HUT BAWASLU REPUBLIK INDONESIA

BERGERAK DAN BERGERAK

Portal Kementrian Kemlu Indonesia

Seputar Parlemen

INFO KPK JAKARTA

INFO ICW NASIONAL KLIK

Salam Damai Untuk Indonesia

Koran Bahasa Ingeris

Layanan Kota Tangerang Selatan BPHTB

Kementrian

Susunan Redaksi

Kementrian PU

Support