< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

SBY Bicara Pilpres 2024 Negara Harus Adil, Jangan Terlalu Jauh Urus Capres

Sabtu, 14 Januari 2023 | Sabtu, Januari 14, 2023 WIB | Last Updated 2023-01-14T09:51:20Z

 


JAKARTA  ( KONTAK BANTEN)- Di negara demokrasi akan muncul banyak calon pemimpin yang ingin berkompetisi dengan meningkatkan kapabilitas dan elektabilitas. Terpenting, negara memberikan peluang dan ruang yang sama serta adil.

Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti soal pemimpin Indonesia ke depan. Khususnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. SBY punya cata­tan sendiri tentang pencapresan ini.

“Saya percaya akan lahir pemimpin-pemimpin baru di negeri ini. Saya tidak percaya pemimpin itu harus dipersiapkan secara khusus oleh pihak-pihak tertentu,” kata SBY di Baturraden, Banyumas, Rabu (11/1).

Menurut SBY, di negara demokrasi akan muncul banyak calon pemimpin yang ingin berkompetisi dengan meningkatkan kapabilitas dan elektabilitas. Yang penting, negara memberikan peluang dan ruang yang sama serta adil.

“Tidak boleh negara masuk terlalu jauh sehingga mengganggu fairness, keadilan bagi siapapun yang akan mencalonkan sesuatu,” ujar Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

SBY menekankan, pemilu merupa­kan hajat rakyat. Sedangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pe­nyelenggaranya. Sehingga, negara harus memberikan kesempatan kepada yang ingin menggunakan haknya dipilih mau­pun memilih.

“Keseluruhan perangkat di negeri ini, penyelenggara, Pemerintah, aparat keamanan, semua harus membuat pemilu jujur dan adil,” kata dia.

SBY menceritakan, pada saat akan mengakhiri masa jabatannya dulu, tidak mempersiapkan calon pemimpin beri­kutnya.

“Ini pandangan saya, karena akan muncul (calon pemimpin baru). Biarkan mereka punya peluang yang sama, berkompetisi dengan baik, tentu dengan aturan yang baik,” harap dia.

SBY menilai, regenerasi pemimpin akan berjalan alamiah di alam demokrasi ini. Regenerasi merupakan sebuah ke­niscayaan. Tidak berarti yang tua tidak punya hak maju lagi, tapi sebaliknya yang muda diberi kesempatan.

“Akhirnya yang memilih rakyat, suara rakyat adalah suara Tuhan. Kita terima siapa pun yang dipilih rakyat,” kata dia.

Akun @Bernard_maru meminta Presiden saat ini meniru dan mewariskan tindakan yang harus dilakukan kepada setiap calon presiden (capres) seperti era SBY dulu.

Kata @ayrifkiprayitno, ketika SBY akan berakhir pada periode kedua tidak per­nah sibuk bahas capres penggantinya.

Menurut @Andisinulingga, pemimpin yang sibuk cawe-cawe untuk men­cari penggantinya, biasanya pemimpin yang banyak menyimpan masalah di masanya.

Kata @cihk_miaw, orang yang merasa banyak melakukan keburukan selalu berjaga-jaga.

“Pemimpin yang baik tidak perlu khawatir siapa penggantinya karena menjalankan pemerintahan sesuai dengan undang-undang dan aturan yang ada,” tukas @17Mardiyansyah.

Sementara, @rizal_lavada menafsir yang dimaksud alamiah. Yaitu, bila ba­paknya mantan presiden, maka otomatis anaknya bisa jadi presiden.

Kata @Nasionalis_76, SBY tidak ikut campur karena tidak punya calon presi­den (capres) dalam Pemilu 2024. “SBY tahu antitesis dari dirinya pasti menang,” ujarnya.

Akun @vagus_d percaya, SBY dulu tidak menyiapkan penerusnya. Soalnya, waktu itu calonnya masih mentah dan sekarang dicoba dikarbit supaya ma­tang.

Sebetulnya, kata @Sudin_SH, SBY bukan tidak mempersiapkan, tapi karena permasalahan yang ada di partai.

“Meskipun diadakan acara konvensi presiden, tapi kandidat yang ada tidak laku di hati rakyat alias gagal total,” ujarnya.

Akun @Renata_reta menilai, apa yang disampaikan SBY hanya retorika. Soalnya, SBY juga berusaha menyiapkan kadernya sendiri.

Soalnya, kata @Antonius_fernandes, pada saat akhir kepemimpinan SBY, ban­yak kader Partai Demokrat terkena kasus korupsi. “Sehingga melengserkan partai tersebut dari kekuasaan,” ujarnya.

Akun @urinjuwoi mengatakan, se­tiap orang ada masanya. Dan Partai Demokrat, sepertinya masih belum bisa memimpin Indonesia untuk beberapa saat ke depan.

“Pemimpin baru akan terus bermuncu­lan, tapi tanpa adanya garis-garis besar pembangunan yang berkesinambungan, negara Indonesia akan maju mundur terus di tempat yang sama,”
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update