< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Refleksi May Day dan Hardiknas, Mahasiswa UIN SMH Demo Pemprov Banten

Selasa, 02 Mei 2023 | Selasa, Mei 02, 2023 WIB | Last Updated 2023-05-02T11:31:58Z

 


SERANG (KONTAK BANTEN) – Puluhan mahasiswa yang teegabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten, Selasa (2/5/2023), berunjukrasa di depan KP3B, Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023.

Berdasarkan pantauan, sebelum melakukan orasi di depan KP3B, masaa aksi sempat melakukan long march dari perempatan Palima sejauh kurang lebih 1,5 kilometer menuju KP3B. Aksi tersebut juga sempat membuat lalulintas kendaraan dari arah Aplim menuju Pakupatan menjadi tersendat.

Sementara, Koordiantor massa aksi Dedi Setiawan mengatakan, setidaknya dalam dau hari ini terdapat dua momentum yaitu Hari Buruh Internasional pada 1 Mei dan Hardikanas yang duperingati pada 2 Mei 2023.

“Pada kenyataannya, hidup buruh saat ini nasibnya makin sengsara lantaran imbas UU Ciptakerja. Pada tahun 2022 saja ada sekitar 70 ribu buruh di sektor industri padat karya yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK),” katanya kepada awak media.

Di sektor pendidikan, dirinya melihat, Pemprov Banten belum mempunyai komitmen dalam meujudkan pendidikan ilmiah dan gratis.

“Dari kajian dan data di lapangan yang kami kumpulkan masih ada sekolah-sekolah yang berstatus negeri malah dikomersialiasai. Bahkan ada juga ditemui pungutan,” katanya.

Selain itu, lanjut Dedi, Pj Gubernur Banten Al Muktabar dinilai belum bisa mengatasi kemiskinan di Banten.

“Faktor kemiskinan sangat mempengaruhi kesempatan masyarakat mendapatkan pendidikan yang layak, apalagi sekarang sekolah negeri dikomersialisasi,” ucapnya.

Untuk itu, Dedi menegaskan, mahasiswa menolak politisasi ketenagakerjaan dan mewujudkan pendidikan ilmiah demokratisbdan gratis ranpa syarat.

“Kami juga menuntut dicabutnya UU Ciptakerja, wujudkan kesejahteraan keseshatan, hentikan neo liberalisasi p dan endidikan, serta cabut perundang-undangan yang pro terhafap investor,” tegasnya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update