< -->

Notification

×

Iklan

Jadwal Imsakiyah

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21 --:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa: --:--:--

Iklan

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Jadwal Imsakiyah Hari Ini

Kota Serang, Banten
Subuh 04:32 – 04:45
Ashar 15:26 – 15:27 (sekitar)
Maghrib 18:17 – 18:21
--:--:--
Isya 19:20 – 19:30 (perkiraan)
Menuju Buka Puasa --:--:--
Advertise With Us NEW
Kontak Banten Audience
👥 13-16K Daily Readers
📈 200K – 330K Monthly Pageviews
🔥 45K Peak Traffic / Day
🌐 4.6M+ Total Readers
📊 View Rate Card
💬 Contact WhatsApp

Tag Terpopuler

Silaturahmi Akbar HMI Ciputat, Fachri Ali: HMI Harus Konsisten Dengan Etos Intelektualisme

Tuesday, 15 August 2023 | Tuesday, August 15, 2023 WIB | Last Updated 2023-08-15T13:44:01Z
 

 
TANGERANG ( KONTAK BANTEN)  Sebagai sebuah organisasi mahasiswa HMI dikenal mempunyai etos Intelektualisme sehingga mampu mengantarkan kadernya pada posisi strategis di banyak sektor di tanah air. Dengan etos intelektualisme kader HMI bisa memberikan peta dan arah pembangunan di tanah air.
 
Demikian dikatakan Fachri Ali dalam acara Silaturahmi Akbar HMI Ciputat pada Minggu (13/8) Syahida Inn Jl. Kertamukti Pisangan Ciputat Tangerang Selatan digelar melibatkan unsur Keluarga Besar Alumni HMI, HMI dan Kohati di Ciputat dengan mengusung tema “Refleksi 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Peran HMI untuk Indonesia Maju Bermartabat dan Berkelanjutan Menyambut Indonesia Emas 2045”.
Pendiri Himpunan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (HP2M) ini menjelaskan musabab etos intelektualisme adalah masa Nurcholis Masjid, biasa disapa Cak Nur, menjadi Ketua Umum PB HMI.

“HMI lebih dikenal sebagai organisasi mahasiswa yang telaten mewarnai kajian keilmuan, terutama pedoman pengkaderan dalam bentuk Nilai Identitas Kader (NIK) mulai dipergunakan,” tambah dia.

Menurutnya, beberapa perguruan tinggi bukan agama Islam yang banyak melahirkan banyak profesional, etos intelektualisme tetap tidak kehilangan pamor.

“Mereka banyak yang menjadi aktor di pemerintahan dengan modal intelektual itu. Semacam intelektual embrional (benih-benih intelektual) yang bisa mewarnai sekelilingnya,” ucap dia.

Fachri Ali mengingat masa pengembangan intelektual itu interaksi kader HMI di tanah banyak melahirkan forum kajian hingga lembaga penelitian dan lainnya.

“Etos intelektualisme menjadi modalitas HMI dalam menghadapi dinamika pembangunan. Sepertinya HMI akan tetap dikenang dan dipercaya sebagai wadah melahirkan banyak aktor pembangunan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama Veri Muhlis Ariefuzzaman memiliki peralihan generasi mutakhir yang diwarnai oleh prilaku beda dengan para pendahulu HMI.

“Anak sekarang ini tidak seperti kita yang begitu bangga kalau tulisan dimuat di koran. Mereka sudah mempunya dunia sendiri,” jelasnya.

Dia menyarankan pengkaderan harus mengubah pola komunikasi disesuaikan dengan perkembangan media sosial agar transformasi nilai pengkaderan bisa tersampaikan dengan baik dan benar.

“Harus dipikirkan ulang. Karena acara seminari kaya beginian sudah tidak menarik lagi bagi generasi milenial,” tukasnya.

Gid zaman now, kata Veri, lebih tertarik dengan pola pengkaderan yang ramah gadget, materinya berisi hal praktis engga jelimet banyak pemikiran dan pandangan.

“Ini harus dilakukan jika tidak ingin HMI ditinggalkan anak muda. Dulu generasi kami memang bisa demonstrasi, tapi bagi anak kini sudah bukan lagi zamannya,” pungkas dia. [Red]

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update