< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

BMKG Identifikasi Sesar Baru Sebagai Pemicu Gempa Bumi di Sumedang

Selasa, 09 Januari 2024 | Selasa, Januari 09, 2024 WIB | Last Updated 2024-01-09T06:35:43Z
 

 
JAKARTA ( KONTAK BANTEN)  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengidentifikasi adanya geser baru yang menjadi penyebab terjadinya gempa  bumi di Sumedang, Jawa Barat, pada tanggal 31 Desember 2023. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (8/1).
 "Melalui perhatian terhadap sebaran gempa bumi susulan, tatanan tektonik, dan analisis mekanisme sumbernya, gempa bumi tersebut dipicu oleh sesar aktif yang melintasi Kota Sumedang yang sebelumnya belum tercatat sesuai dengan analisis data seismisitas BMKG, dan kemudian dinamakan sebagai Sasar Sumedang" ujar Dwikorita Karnawati selaku Kepala BMKG a menjelaskan bahwa BMKG telah melakukan berbagai survei, seperti survei seismisitas, survei makroseismik, survei mikrozonasi, survei deformasi, pemotretan udara dengan lidar, evaluasi morfotektonik, dan survei struktur sesar bawah permukaan untuk mengetahui penyebab utama gempa bumi.
"Survei-survei tersebut dilakukan untuk memetakan aktivitas dan sebaran gempa bumi serta mendeteksi secara rinci penyebab utama terjadinya gempa bumi tersebut, termasuk mengidentifikasi dan memverifikasi jalur sesar," tambahnya. Dwikorita mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumedang merupakan wilayah yang rentan terhadap gempa bumi dengan sumber gempa dari zona tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di Samudra Hindia. Selain sesar aktif yang sudah terpetakan di daratan, ada juga beberapa sesar aktif yang belum terpetakan yang dapat memicu gempa bumi di wilayah tersebut. 
Dari Katalog Gempa Bumi Merusak BMKG tahun 2020, Dwikorita menyebutkan bahwa wilayah Sumedang sudah mengalami gempa bumi pada 14 Agustus 1955 dan 19 Desember 1972 yang menyebabkan kerusakan bangunan. 
"Gempa yang terjadi pada 31 Desember 2023 lalu tidak hanya dirasakan di Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung saja, namun juga dirasakan hingga Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, hingga Kabupaten Garut," ujarnya
 
Sebagai langkah mitigasi, BMKG berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kantor Pencarian dan Pertolongan, serta Kementerian Sosial untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gempa bumi. Pemahaman tersebut mencangkup langkah-langkah mitigasi dan penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah terjadinya gempa bumi. Dwikorita menyatakan bahwa BMKG telah memberikan beberapa rekomendasi mitigasi kepada pemerintah daerah dan instansi terkait. Rekomendasi tersebut mencakup evaluasi rencana tata ruang dan wilayah Kabupaten Sumedang dengan mempertimbangkan peta zona bahaya gempa bumi dan paparan sesar aktif (Sesar Sumedang).
Selain itu, BMKG memberikan hasil evaluasi dan penerapan aturan standar bangunan tahan gempa berdasarkan peta mikro-zonasi berbasis Peak Ground Acceleration (PGA), serta merekomendasikan program edukasi dan sosialisasi bencana yang berkelanjutan.
BMKG juga menekankan pentingnya menjaga masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.*
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update