< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Angka Stunting di Cilegon Diklaim Turun Menjadi 876 Kasus

Kamis, 25 April 2024 | Kamis, April 25, 2024 WIB | Last Updated 2024-04-25T11:51:47Z

 

Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma saat memberikan makanan sehat untuk anak (Dok. Pemkot Cilegon)

 KOTA CILEGON ( KONTAK BANTEN)  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon mengklaim, angka stunting di Kota Cilegon menurun. Tercatat Februari 2023 mencapai 1.144 kasus, lalu validasi Agustus 2023 menjadi 944 kasus dan pada validasi terbaru Februari 2024 menjadi 876 kasus. 

Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma mengatakan, data penurunan anak stunting 876 kasus berdasarkan hasil elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon. 

"Ada penurunan kasus stunting sekitar 68 anak dalam waktu satu semester terakhir. Meski terjadi penurunan, kami belum bisa puas begitu saja dan akan kami tindak lanjuti dengan program berikutnya yaitu pelaksanaan audit kasus stunting di Kota Cilegon," ucap Lia, Rabu (24/4/2024).

Lia mengaku, untuk menurunkan angka stunting di Kota Cilegon pihaknya telah melakukan sejumlah program. Mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT), program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), serta mengangkat orang tua asuh baik dari industri maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disalurkan melalui Baznas. 

"Untuk menurunkan stunting ini tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu keterlibatan semua pihak. Makanya setelah ini kita akan lakukan audit stunting untuk mengetahui sejauh mana penurunan yang sudah kita intervensi dari berbagai sisi ini," ujar Lia. 

Sementara Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Asikin menambahkan, audit stunting akan digelar mulai awal Mei 2024. 

"Kami sudah tetapkan sampelnya sebanyak 385 yang terdiri atas balita 140 anak, ibu hamil 145 orang, calon pengantin 44 orang, dan ibu nifas 57 orang yang terbagi di seluruh Puskesmas se-Kota Cilegon," ucap Asikin. 

Menurut Asikin, audit terhadap sampel ini dilakukan untuk mengidentifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber data lainnya. Selain itu, juga untuk mengetahui penyebab masalah anak stunting apakah karena faktor pola asuh, faktor lingkungan, pendidikan atau ekonomi.

 "Kami berharap, audit stunting kali ini berjalan lancar sehingga dapat mengetahui secara detail akar penyebab stunting dan pencegahan stunting dapat dilakukan secara tepat sasaran," katanya.
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update