< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Memberi dan Berbagi Ciri Bahwa Kita Sebagai Manusia

Senin, 26 Agustus 2024 | Senin, Agustus 26, 2024 WIB | Last Updated 2024-08-26T07:34:08Z
 
 
 Berbagi dan memberi itu adalah salah satu ajaran penting dalam agama. Berbagi menjadi semacam kesadaran bahwa kita hidup tidak sendirian. Ada orang lain di sekitar kita. Ada mereka yang patut kita perhatikan juga.

Begitupun memberi. Prinsip memberi ada pada tuturan agama yang menegaskan bahwa hendaknya harta tidak menetap hanya di orang dan lingkungan tertentu. Pada harta yang kita miliki ada hak bagi orang-orang lain dan kita wajib mendistribusikannya. Begitu menurut nasihat agama yang lainnya.

Berbagi dan memberi adalah simbol bahwa umat beragama senyatanya seumpama lidi “satu ikatan”. Ia mungkin datang dari etnis tertentu. Ia mungkin menggunakan dialek bahasa yang kita tidak mengerti. Ia mungkin tampil dengan rambut keriting. Ia mungkin mengada dengan penampilan yang kita tidak suka.

Dalam kerangka umat, mereka adalah kita. Saudara sekeyakinan. Saudara seiman. Seumpama tubuh itulah kita. Dalam kerangka kesatutubuhan inilah “memberi” dan “berbagi” mendapatkan maknanya. Dalam kesatutubuhan, bagian lain harus merasakan sakit dan terusik jika bagian tubuh lainnya terluka.

Tapi senyatanya, tak hanya keumatan dan keimanan yang bisa mempersatukan. Jauh melampaui sekadar keimanan dan keyakinan, kemanusiaanlah kuncinya. Kemanusiaanlah yang seharusnya menjadi buhul pengikat antat kita sebagai sesama manusia.

Benar kata Gusdur yang mengutip pernyaan suci Ali bin Abi Thalib, bahwa “mereka yang bukan saudara dalam agama adalah saudaramu dalam kemanusiaan”.


“Memberi” dan “berbagi” tidak setiap orang mampu melakukannya. Mungkin karena keterbatasan harta. Mungkin karena katerbatasan kemampuan. Tapi seperti kata Rumi, “jika kamu memiliki lebih berikanlah. Tapi jika kamu memiliki sedikit berikan sebagian hatimu”.

Pada saudara-saudara kita di Palestina yang hari-hari ini sedang dikepung kesulitan, mungkin kita tidak bisa berbuat banyak, apakah itu “memberi” ataupun “berbagi”. Cukup berikan hati buat mereka. Cukup panjatkan doa supaya mereka diberi kesabaran dan kekuatan untuk terus bertahan dan melawan.

Memberi hati pada duka nestapa untuk saudara-saudara kita di Palestina mungkin tidak boleh sebagian. Sebanyak mungkin yang bisa kita lakukan kita berikan hati seluruhnya dengan rentangan tangan kepada Tuhan untuk memberikan pertolongan dan keselamatan dari tindakan yang brutal, sewenang-wenang dan tanpa perikemanusiaan. Allahu a’lam[]

Dr. Radea Juli A. Hambali, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update