< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Jagung Pulut Didorong Jadi Alternatif Diversifikasi Pangan

Rabu, 14 Mei 2025 | Rabu, Mei 14, 2025 WIB | Last Updated 2025-05-14T12:47:07Z

 

Panen bersama komoditas jagung pulut yang berlangsung di Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya pada Senin (12/5).

 

TANGERANG KONTAK BANTEN- Bupati Tangerang Maesyal Rasyid melakukan panen bersama komoditas jagung pulut di Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya pada Senin (12/5). Kegiatan itu menjadi wujud nyata potensi besar jagung pulut sebagai salah satu alternatif diversifikasi pangan di Kabupaten Tangerang.

Pada kesempatan tersebut, Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur dan bangganya bisa hadir langsung melakukan panen jagung pulut bersama yang telah ditanam petani dan menghasilkan panenan dengan yang cukup memuaskan.

 “Hari yang membahagiakan dan membanggakan bagi kita semua, khususnya bagi para petani yang telah bekerja keras menanam, merawat dan sekarang panen jagung pulut. Komoditas yang mulai menunjukkan potensi besar, baik dari sisi nilai ekonomi, keberagaman pangan, maupun keberlanjutan pertanian,” ucapnya.

 Ia juga mengatakan bahwa selain panen jagung pulut bersama di lahan seluas 1.000 meter persegi, dilaksanakan penyerahan bantuan sarana produksi. Hal ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan teknis dari pemerintah melalui dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terhadap pembangunan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

 “Panen bersama jagung pulut merupakan hasil dari sinergitas yang terjalin antara pemerintah, kelompok tani, dan pendamping lapangan sehingga menjadi kunci keberhasilan dengan estimasi hasil mencapai sekitar 700-800 kilogram,” ujarnya.

 Menurutnya, komoditas jagung pulut merupakan salah satu alternatif diversifikasi pangan yang sangat potensial di Kabupaten Tangerang. Komoditas ini tidak hanya menjawab kebutuhan gizi dan ketahanan pangan, tetapi memberikan nilai tambah bagi petani dan membuka peluang pasar yang menjanjikan serta sejalan dengan serta pengembangan komoditas lokal yang punya nilai tambah.

 “Upaya itu tentunya, tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam daerah, tetapi guna membuka peluang pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama ketahanan pangan,” tuturnya.

 Dia pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani dan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi atas keberhasilan program tersebut. Lalu, pihaknya mengajak semua pihak untuk menjadikan panen jagung ini sebagai momen untuk menguatkan tekad bersama membangun kedaulatan pangan dari desa, untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang.

 Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika dalam laporannya menyampaikan, Kelompok Tani Tarikolot II telah melaksanakan budidaya jagung pulut secara bertahap di lahan seluas satu hektare.

 Penanaman dimulai pada 6 Maret seluas 1.000 meter persegi, tahap kedua 15 Maret seluas 4.500 meter persegi dan tahap terakhir pada 3 April seluas 2.500 meter persegi. Secara keseluruhan, pertumbuhan tanaman jagung menunjukkan kondisi yang cukup baik.

 “Kini kita panen bersama di lahan seluas 1.000 meter persegi dengan estimasi hasil panen mencapai 700 sampai 800 kilogram. Jika digabungkan dengan estimasi panen tahap berikutnya, total hasil panen dari seluruh lahan diperkirakan mencapai antara 5.600 hingga 6.400 kilogram,” terangnya.

 Dirinya menambahkan, dengan harga jagung pulut sekitar Rp12.000 per kilogram, maka estimasi pendapatan kotor yang diperoleh kelompok tani berada pada kisaran Rp 67,2 juta hingga Rp 76,8 juta. Meski demikian, angka tersebut belum dikurangi biaya produksi.

 Tak hanya panen, kegiatan juga diisi dengan pendistribusian bantuan alat mesin pertanian berupa enam unit traktor roda empat kepada kelompok tani di berbagai kecamatan seperti Mauk, Sukadiri, Kronjo, Rajeg dan Gunung Kaler. 

 Berikutnya, pada 25 April lalu telah dilaksanakan penyaluran tambahan lima unit traktor untuk Kecamatan Kemiri dan Kronjo yang seluruhnya bersumber dari anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) Tahun 2025.

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update