Ribuan pengemudi ojek online (ojol) berkonvoi mengantar jenazah almarhum Affan Kurniawan ke tempat peristirahatan terakhir, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jumat (29/8/2025). Driver muda yang tewas tertabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob itu, akan dikenang sebagai syuhada, gugur saat menjemput rezeki yang halal.
Isak tangis bercampur semangat perlawanan terdengar sejak pagi di kawasan Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). Ribuan pengemudi ojol tumpah ruah memenuhi gang sempit menuju rumah kontrakan keluarga Affan Kurniawan.
Di teras rumah, kursi plastik yang berjejer tak mampu menampung ribuan pelayat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar lirih, sementara di atas dipan, jenazah Affan terbaring kaku tertutup kain batik. Di sampingnya, sang ibunda, Erlina, menangis histeris, sesekali mengelus tubuh anaknya yang sudah tak bernyawa.
Menjelang pukul 09.00 WIB, jenazah Affan diangkat ke mobil ambulans setelah disalatkan di Masjid Jami’ Al Falah, Menteng. Begitu keranda dimasukkan, para pengemudi ojol mulai menyalakan mesin motornya.
Sekitar pukul 09.30 WIB, iring-iringan mulai bergerak menuju TPU Karet Bivak. Dari depan, puluhan motor memimpin jalan, mengawal mobil jenazah. Di belakang, ratusan motor berjejer rapi, makin lama makin panjang. Suara knalpot dan klakson bersahut-sahutan, meminta jalan.
Konvoi melintasi Jalan Sudirman. Suasana Kota Jakarta yang biasanya bising, seakan berhenti sejenak. Pegawai kantoran, penumpang Transjakarta, hingga warga di pinggir jalan menoleh menyaksikan pawai hijau khas jaket ojol. Meski lalu lintas melambat, tak ada yang berani protes.
Bagi para pengemudi ojol, konvoi ini lebih dari sekadar tradisi mengantar jenazah. Affan adalah simbol perjuangan. Mantan satuan pengamanan (Satpam) itu disebut meninggal bukan karena ikut demo.
“Lagi nganter orderan GoFood. Itu dia lagi nyebrang, nah mobil baracuda ngebut, jadi kelindas di situ,” tutur Hafidz, rekan korban, menjelaskan kronologi.
Setibanya di TPU Karet Bivak, suasana semakin haru. Ribuan ojol berdesakan mengelilingi Blad 70 Blok A1 tempat Affan dimakamkan. Tenda sederhana yang disiapkan tak mampu menampung banyaknya pelayat.
Sang ibu duduk di pinggir liang lahat, menatap ke bawah sambil menangis. Tangannya terus menggenggam kain kafan sebelum akhirnya jenazah diturunkan ke dalam liang. Adik-adiknya pun ikut histeris.
Suara “Lailahaillallah” menggema bersahut-sahutan dari ribuan pengemudi ojol yang berdiri rapat mengelilingi makam. Meski terik matahari menyengat, tak ada yang beranjak pergi sebelum prosesi selesai.
Banyak juga yang terlihat mengabadikan momen dengan kamera ponsel, sementara sebagian lain khusyuk mengikuti doa dan tahlil yang dipimpin para ustaz setempat.
Menteri Agama (Menag) yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. K.H. Nasaruddin Umar turut menyampaikan belasungkawa. Dia berharap agar kematian Affan menjadi jalan yang mulia.
“Kita doakan semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT. Semoga beliau termasuk di antara syuhada,” ujar Menag, Jumat (29/8/2025).
Selain itu, Menag juga menekankan pentingnya penegakan hukum dalam kasus ini. Dia berharap pihak yang terbukti bersalah dapat diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Mari kita tuntaskan persoalan ini. Semoga yang benar-benar bersalah itu dikenakan hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Nasaruddin juga mengapresiasi perhatian yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada keluarga almarhum. Menurutnya, langkah Presiden yang menanggung seluruh kebutuhan keluarga korban merupakan bukti hadirnya Pemerintah.
“Ini satu bukti bahwa kita semua concern (peduli) untuk kasus yang terjadi kemarin,” ucapnya.
Kepada keluarga Affan, Menag mendoakan agar dapat menerima musibah ini dengan penuh ketabahan dan kesabaran. Menag yakin, banyak warga bangsa yang ikut mendoakan Affan.
“Pasti banyak sekali orang yang mendoakan. Belum tentu kita akan dipanggil Tuhan dan sebanyak ini yang mendoakan. Karena itu, izinkan saya sekali lagi bersama para santri kami, mendoakan agar almarhum benar-benar mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” ucapnya.
Dari Malang, Jawa Timur, doa juga dipanjatkan. KH. Marzuqi Mustamar, pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad. Dia bahkan mengajak jamaah Nahdlatul Ulama (NU) mendoakan Affan.
“Dia pengemudi ojol, wafat dalam keadaan bekerja mencari nafkah halal. Insya Allah syahid, husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di surga. Semoga keluarganya dijaga Allah,” kata Marzuqi, lewat Instagram pribadinya @ngaos_abah, Jumat (29/8/2025).
KH, Marzuki menegaskan, musibah yang menimpa Affan harus menjadi peringatan agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan. “Mugi-mugi kita semua diselamatkan Allah SWT,” tambahnya.
0 comments:
Post a Comment