< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Serang Mencekam! Usai Bakar Pos Polisi, Massa Bentrok dengan Aparat di Gerbang Mapolresta

Minggu, 31 Agustus 2025 | Minggu, Agustus 31, 2025 WIB | Last Updated 2025-08-31T03:28:53Z

 

 

 KOTA SERANG KONTAK BANTEN alan Jenderal Ahmad Yani, Kota Serang, Banten berubah menjadi medan pertempuran pada Sabtu (30/8/2025) malam.

Niat ratusan mahasiswa dan pelajar yang menamakan diri Aliansi Simpul Sipil Banten untuk menyerbu Mapolresta Serang Kota berakhir dengan bentrokan hebat melawan barikade aparat kepolisian.

Hujan batu dan petasan dari arah massa dibalas dengan rentetan tembakan gas air mata, menciptakan suasana mencekam di jantung ibu kota Banten.

Ini adalah puncak dari aksi solidaritas atas tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan, yang sebelumnya telah diwarnai pembakaran pos polisi di Bundaran Ciceri.

Setelah berhasil membakar pos polisi, amarah massa belum surut. Sekitar pukul 20.25 WIB, massa yang didominasi oleh para remaja ini melakukan long march dari arah Bundaran Ciceri, menyusuri Jalan Jenderal Ahmad Yani dengan satu tujuan Mapolresta Serang Kota.

Namun, pergerakan mereka terhenti total di lampu merah Sumur Pecung, sekitar 300 meter sebelum tujuan. Di sana, ratusan personel kepolisian telah membentuk barikade berlapis, siap menghalau segala upaya penerobosan.


Melihat tembok aparat di depan mata, massa justru semakin terprovokasi.Provokasi Awal: Teriakan "Polisi pembunuh.. polisi pembunuh!" menggema, membakar emosi

Serangan Pertama: Tak lama berselang, lemparan batu dan letusan petasan mulai diarahkan ke barisan polisi.

Sontak, serangan itu dijawab dengan tegas. Tembakan gas air mata pertama meluncur ke arah kerumunan massa, menandai dimulainya bentrokan terbuka.

Situasi dengan cepat menjadi kacau. Di tengah dentuman dan kepulan asap, seorang demonstran yang nekat maju untuk melempar petasan terpeleset dan jatuh. Momen itu tidak disia-siakan aparat yang langsung sigap meringkusnya.

Melihat rekannya ditangkap, massa semakin beringas, menggencarkan serangan batu dan petasan. Polisi pun membalas dengan tembakan gas air mata yang lebih intensif untuk memukul mundur massa.

Kepulan asap tebal menyelimuti lokasi, mengurangi jarak pandang secara drastis. Kondisi ini dimanfaatkan oleh sejumlah aparat berpakaian preman untuk menyelinap dan menangkap beberapa orang lagi yang diduga sebagai provokator.

Sadar kalah jumlah dan terdesak, massa aksi akhirnya kocar-kacir, berlarian kembali ke arah Bundaran Ciceri.

Sekitar pukul 21.10 WIB, aparat berhasil menguasai keadaan. Jalan Jenderal Ahmad Yani yang sempat ditutup total, perlahan kembali normal. Meski demikian, puluhan aparat kepolisian dibantu TNI masih bersiaga penuh, mengantisipasi kemungkinan adanya serangan susulan

Koordinator Aksi, Abroh Nurul Fikri, sebelumnya menegaskan bahwa kemarahan massa ini adalah akumulasi kekecewaan terhadap kebrutalan aparat. Ia menggunakan narasi yang sangat kuat terkait kematian Affan Kurniawan.

“Kita bisa melihat kejadian kemarin, di mana seorang ojol sengaja dilindas (rantis Brimob), bukan terlindas, sengaja dilindas oleh aparat kepolisian. Ini menunjukkan ketidak manusiawian dan tentu bagaimana rezim hari ini memiliki tujuan untuk sengaja membunuh rakyatnya,” kata Abroh.

Kontributor : Yandi Sofyan

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update