
JAKARTA KONTAK BANTEN Komisi VII DPR RI mendukung usulan penggabungan LPP RRI (Radio Republik Indonesia) dan LPP TVRI (Televisi Republik Indonesia) menjadi satu lembaga penyiaran publik negara melalui pembahasan RUU Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI)
Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia Chalim menyatakan bahwa dukungan
pembahasan RUU RTRI penting dalam rangka memperbaiki pengaturan mengenai
lembaga penyiaran publik.
"Lewat pembahasan RUU tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta mengatasi sejumlah kendala di tubuh RRI dan TVRI. Misalnya pengelolaan organisasi, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), sumber pembiayaan, program siar dan pemancar isi siaran," kata Chusnunia dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 10 September 2025.
Legislator PKB ini menuturkan, wacana
penggabungan sebenarnya telah lama mengemuka guna menciptakan ekosistem
media negara yang lebih kuat, ramping, dan adaptif terhadap perkembangan
teknologi informasi.
Terlebih, kata dia, di era media berbasis
digital, industri penyiaran lebih mudah mengontrol program layanannya
dalam bentuk teks, audio, dan visual.
"Momentum itu yang kita
godok lewat pembahasan Rancangan Undang-Undang Radio dan Televisi
Republik Indonesia (RUU RTRI) di Komisi VII DPR RI agar kedepan dengan
membuka ruang komersial terhadap RRI dan TVRI dapat mengurangi beban
APBN dan dapat berkompetisi secara sehat dengan media swasta," jelasnya.
Selain
itu, pembahasan RUU ini diharapkan dapat menjamin independensi media
negara. Jangan sampai konvergensi justru menyeret mereka kembali menjadi
corong kekuasaan seperti masa lalu.
Chusnunia menyatakan fungsi
mereka sebagai media publik harus dijaga agar tetap netral, profesional,
dan berada di atas semua kepentingan politik.
Ia juga
menambahkan bahwa banyak kalangan berharap penggabungan media itu dalam
sebuah holding atau korporasi, sehingga lebih efisien.
"Gagasan penyatuan tersebut kini makin menggema dalam mendorong
pembahasan RUU Radio dan Televisi Republik Indonesia atau RTRI di Komisi
VII DPR RI," pungkasnya
.gif)