TANGERANG KONTAK BANTEN Penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) wilayah RW 04 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang meresahkan warga. Selama 2 pekan terakhir, truk pengangkut sampah tidak datang sama sekali. Kondisi ini membuat gunungan sampah terus bertambah hingga mengganggu akses jalan.
Salah satu warga RW 04 Kelurahan Mekarsari, Ita menyampaikan keluhannya terkait kondisi tersebut. Menurutnya, penumpukan ini terjadi karena tidak seimbangnya antara jumlah sampah yang masuk dengan pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kalau penumpukan sampah ya sudah cukup lama, cuma kalau dua minggu ini memang nggak ada pengangkutan sama sekali. Informasinya karena TPA akhir longsor. Padahal, setiap hari sampah yang masuk ke sini dari dua RW bisa lebih dari satu mobil,” ujar Ita.
Warga setempat menyebut, sampah yang terus datang dari RW 04 Mekarsari dan RW 03 Kelurahan Neglasari tidak sebanding dengan frekuensi pengangkutan. Akibatnya, tumpukan lama tidak pernah terangkut dan semakin menimbulkan masalah. “Untuk dua minggu ini memang nggak ada pengangkutan, makanya numpuknya signifikan. Sebelum itu pun sebenarnya sudah tidak seimbang antara yang datang sama yang diangkut,” tambahnya.
Selain menimbulkan bau menyengat, warga juga khawatir dampak pencemaran lingkungan, termasuk resapan air sumur dan air sampah mengalir ke Sungai Cisadane. Tumpukan sampah yang makin hari makin tinggi bahkan membuat akses jalan terganggu. Terlebih di sekitar lokasi terdapat yayasan panti rehabilitasi Pelita Jiwa bagi penyandang disabilitas mental.
“Mobil dari pihak panti rehabilitasi tiap pagi harus membersihkan dulu supaya bisa lewat kalau ada kunjungan dari pihak kesehatan. Kalau nggak ditangani serius, dampaknya luar biasa,” kata Ita.
Lebih lanjut, warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan. Bahkan, sempat muncul wacana dari pihak wilayah untuk melampiaskan kekecewaan dengan membuang sampah ke Sungai Cisadane agar pemerintah segera merespons. “Intinya warga cuma ingin ditanggapi. Seharusnya kan TPS ini hanya untuk transit saja. Sampah dari gerobak ditampung, lalu segera diangkut ke TPA. Karena gerobak nggak bisa langsung ke TPA,” jelasnya.
TPS Mekarsari saat ini menampung sampah dari dua RW, yakni RW 04 Kelurahan Mekarsari dan RW 03 Kelurahan Neglasari. Setiap hari, ada sekitar delapan hingga sembilan gerobak sampah dari Neglasari dan tiga gerobak dari Mekarsari yang masuk ke TPS tersebut.
Menurut warga, idealnya pengangkutan dilakukan setiap hari agar jumlah sampah yang masuk seimbang dengan yang keluar. Namun, kenyataannya armada pengangkut tidak rutin datang, bahkan dalam dua pekan terakhir sama sekali tidak beroperasi. “Kami berharap setiap hari ada pengangkutan. Kalau tidak, tumpukan akan terus ada, sementara sampah baru datang setiap hari. Jadi masalahnya tidak akan pernah selesai,” pungkasnya.

.gif)