
nggota Brimob Polda Metro Jaya saat mengamankan lokasi ledakan di
permukiman Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan
(Tangsel), Banten.
TANGERANG KONTAK BANTEN Tim Penjinak Bom dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya,
mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan di lokasi permukiman Pondok Cabe
Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten,
tidak ditemukan adanya bom yang mengakibatkan ledakan tersebut.
"Tidak ditemukan bom atau bahan peledak," ucap Danden Gegana Polda Metro Jaya, Kompol Nofriansyah di Tangerang, Jumat.
Ia
mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan anggota Brimob dengan
menyisir di sekitar lokasi terdampak ledakan keras tidak ditemukan bahan
peledak lain atas peristiwa tersebut.
"Jadi setelah kita lakukan
sterilisasi dengan alat deteksi, tidak ditemukan adanya jenis bom atau
jenis peledak. Jadi kesimpulannya tidak ada yang disebut bom," ujarnya.Selam penyisiran di lokasi, Satuan Gegana Brimob menurunkan dua unit penjinak bom dan kimia, biologi dan radio aktif.
"Kami
bawa alat deteksi yang khusus mendeteksi bahan peledak. Jadi
pemeriksaan dikembalikan untuk dilanjutkan kepada Puslabfor," jelasnya.
Sementara,
Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang mengatakan, tim Puslabfor
Polri masih melakukan olah tempat perkara (TKP) di lokasi kejadian untuk
mengungkap penyebab kasus ledakan tersebut.
"Untuk hasilnya nanti apa yang menjadi penyebab ledakan atau kebakaran, nanti akan kami sampaikan," kata Victor.Sebelumnya, dilaporkan sebanyak tujuh orang menjadi korban ledakan
misterius di permukiman RT/RW 03/01, Kelurahan Pondok Cabe Ilir,
Kecamatan Pamulang pada Jumat dini hari telah dirawat di rumah sakit
(RS) terdekat.
"Tiga korban yang sementara dirawat di RS,
kemudian yang untuk empat orang korban lainnya sudah dirawat dan saat
ini sudah diizinkan dirawat jalan oleh dokter tim RS," ujarnya.
Dari
total tujuh korban akibat ledakan misterius itu tiga diantaranya
mengalami luka berat dan sudah dilakukan perawatan intensif oleh tim
dokter dan empat lainnya mengalami luka ringan.
Kemudian, dampak
dari insiden tersebut juga mengakibatkan sebanyak delapan unit rumah
warga di wilayah itu mengalami rusak berat dan ringan.
Victor bilang, bahwa dari delapan unit rumah rusak itu diantaranya empat unit mengalami kerusakan berat dan empat rusak ringan.
Peristiwa
tersebut terjadi pada pukul 05.15 WIB hingga 05.30 WIB dini hari.
Dimana terjadi ledakan cukup besar hingga mencapai radius sekitar 500
meter.
.gif)