< >

Notification

×

Iklan

Iklan

🌤️ Info Cuaca & Gempa
Cuaca Banten
Sumber: BMKG
Gempa Terkini

Tag Terpopuler

Hanya Berharap Kepada Yang Maha Esa !

Selasa, 21 Oktober 2025 | Selasa, Oktober 21, 2025 WIB | Last Updated 2025-10-20T17:28:17Z

 

 

Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup. Dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia. (Ali Bin Abi Thalib)

Dalam menjalani kehidupan, sering kali kita dihadapkan dengan bermacam-macam masalah. Kesusahan kadang datang secara tiba-tiba, kesulitan datang tidak terbantahkan, dan yang banyak terjadi adalah kekecewaan timbul karena gagalnya harapan.

emang tidak ada manusia yang ingin hidupnya lebih buruk dari sebelumnya. Setiap manusia ingin hidupnya hari ini lebih baik dari hari kemaren. Hidupnya hari esok lebih baik dari hari ini dan seterusnya. Hal-hal itu biasanya kita sebut dengan harapan.

harapan itu memanglah tidak dilarang dalam agama. Bahkan Allah SWT dalam firman-Nya melarang kita untuk berputus asa dari rahmat-Nya. Allah berfirman di dalam surat Az-Zumar ayat 53 yang berbunyi :

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ

“Katakanlah, Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. (QS. Az-Zumar : 53)

Dari ayat di atas, secara tersurat Allah melarang kita sebagai hamba-Nya untuk berputus asa dari Rahmat-Nya. Secara tersirat Allah memerintahkan kita untuk selalu berharap kepada-Nya dan mendapatkan rahmat-Nya. Hal ini juga yang menjadi puncak dari tingkat aqidah seseorang yaitu jika dalam menjalankan kehidupannya tertanam harapan (Ar-Roja’), cinta (Al-Hubb) dan takut (Al-Khauf) kepada Allah di dalam dirinya.

Yang menjadi masalah adalah banyak juga dari manusia yang ingin menyandarkan harapan-harapan yang sudah di list itu bukan kepada Rabb-nya, Akan tetapi berharap makhluk-Nya bisa memenuhi harapan-harapan itu. Secara jelas Allah mengingatkan kita agar menyandarkan harapan hanya kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

“ Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap” (QS. Al-Insyirah : 8).

Sebagai manusia, maka sudah sepantasnya kita hanya berharap kepada Allah Ta’ala. Karena manusia hanyalah makhluk-Nya yang memiliki berbagai kekurangan yang belum tentu bisa membantu serta menyelesaikan masalah kita. Dan perlu kita ketahui bersama bahwa mereka hanya sebatas manusia. Manusia yang juga sama-sama terlalu rapuh untuk menjadi tempat bergantung.

“Ketika hatimu terlalu berharap pada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya pengharapan supaya mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui orang yang berharap kepada selain-Nya, Allah menghalangi dari perkara tersebut semata agar ia kembali berharap kepada Allah SWT.” (Imam Syafi’i).

Memang tidak mudah untuk bisa berharap sepenuhnya pada Allah. Tapi kita harus percaya dan yakin bahwa memang Allah lah satu-satunya dzat tempat untuk bersandar dan menggantungkan semua harapan. Karena Dialah yang paling mengetahui atas segala kebutuhan makhluk-Nya.

disertai dengan aksi yang maksimal dan berharap (hanya kepada) Allah bisa mengabulkannya. Singsingkan lengan baju, usap keringat ,gelar sajadah dan tadahkan tangan ke atas.

Wallahu a’lam bish-showaab

حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

Hasbunallah wa ni’ma-l-wakil ni’ma-l-maulaa wa ni’ma-n-nashiir

(Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung)

Level Pembaca
Peraturan Sistem
Sistem berjalan otomatis saat pembaca berada di halaman artikel.
Setiap satu menit membaca mendapatkan sepuluh poin pengalaman.
Jika mencapai seratus poin maka level naik otomatis.

Struktur Level:
Level 0 Pengunjung Baru
Level 1 sampai 2 Pembaca Pemula
Level 3 sampai 5 Pembaca Aktif
Level 6 sampai 9 Pembaca Setia
Level 10 sampai 14 Kontributor
Level 15 ke atas Master Berita
Tulis Komentar
Komentar Pembaca
×
Berita Terbaru Update