![]() |
| Karangan bunga di depan rumah duka |
KAB. TANGERANG KONTAK BANTEN Warga Kabupaten Tangerang bernama Andy Dahananto
menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik PT
Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak
kawasan Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (17/1/2026) lalu
sekitar pukul 13.17 WITA.
Andy merupakan warga yang tinggal di perumahan PSW Tigaraksa, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten. Dalam peristiwa itu Andy sebagai kapten pilot dan dikabarkan pesawatnya diduga menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel.
Andy dikenal luas sebagai salah satu pilot senior di Indonesia sekaligus Direktur Operasi IAT yang berpengalaman puluhan tahun di dunia penerbangan.
Pantauan bantenNews.co.id, pada Senin (19/1/2026) di rumah Andy Dahananto yang terletak di PWS Tigaraksa, Blok A1 RT 06 RW 03, di bagian depan rumah dua tingkat berkelir krem dan coklat itu, terlihat satu buah karangan bunga.
Karang bunga bertuliskan ucapan belasungkawa berwarna hitam dan kuning itu dari Presiden Direktur Lion Grup, Capt. Daniel Putut.
Tak terlihat adanya aktivitas keluarga Andy Dahananto, baik di dalam maupun di luar rumah. Hanya terlihat aktivitas dari para tetangga yang lalu-lalang di depan rumah Andy Dahananto.
Tetangga korban, Subandi Musbah menyebut rumah duka sepi lantaran sedang ditinggal istri dan anak korban ke Makassar, sejak pagi hari.
Menurut Subandi, istri dan anak Andy berangkat ke Makassar untuk menjalani pemeriksaan guna pencocokan DNA dengan penemuan satu jenazah laki-laki di lokasi kejadian. Subandi mengatakan saat ini di dalam rumah duka, hanya ada adik ipar dari istri Andy, serta orangtuanya.
“Istri dan anaknya dari pagi sudah berangkat ke Makassar, untuk pencocokan DNA katanya, karena sudah ada satu jenazah yang ditemukan,” ungkap Subandi.
Ketua RT 0603 Fransiskus Nasir membenarkan, almarhum merupakan warganya dan sudah tinggal puluhan tahunan. Ia dan warga setempat mendapatkan informasi pesawat yang dipiloti hilang kontak pada Sabtu sorenya.
“Itu ya sekitar Jumat sore. Nah, itu dari teman-teman juga sih telepon ke saya bahwa ada kejadian kalau Pak Andi, kalau pesawatnya lost contact,”kata Nasir.
Sebelumnya, pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta-Makassar tersebut hilang kontak saat mengangkut 11 orang. Tiga di antaranya adalah putra-putra terbaik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sedang mengemban tugas negara melakukan pengawasan sumber daya kelautan melalui udara.
Tim SAR menemukan Serpihan berupa badan, ekor dan jendela pesawat ditemukan di kawasan puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Minggu (18/1/2026) pagi.







0 comments:
Post a Comment