Pertemuan ini menjadi ajang krusial untuk menyelaraskan program pembangunan antara Pemkot Serang dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis mencuat, mulai dari percepatan penetapan legalitas Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten hingga masalah infrastruktur dasar seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) dan penanganan banjir.
Anggota Komisi I DPRD Banten, Encop Sofia, menekankan bahwa ada tiga hal mendesak yang menjadi aspirasi warga di lapangan. “Semuanya urgent. Pertama mengenai penerangan jalan di Kota Serang, kedua penanganan sampah, dan ketiga adalah penguatan Posyandu,” ujarnya.
Menurut Encop, revitalisasi Posyandu sangat penting karena berkaitan langsung dengan pemenuhan asupan gizi masyarakat. Ia mendorong agar sarana dan prasarana Posyandu di Kota Serang segera diperbaharui.
Senada dengan Encop, Anggota Komisi IV DPRD Banten, Teguh Istaal, menyoroti minimnya PJU di Kota Serang. Berdasarkan data yang diterimanya, Kota Serang masih kekurangan sekitar 6.000 titik PJU.
“Kami akan sinergikan dengan Pemerintah Provinsi agar bisa membantu Kota Serang lebih terang, sehingga jauh dari kriminalitas. Target kita ke depan adalah bagaimana caranya Kota Serang bisa menyala,” tegas Teguh.
Selain PJU, Teguh juga menyinggung rencana pembangunan Exhibition Hall (gedung eksibisi) dan penataan jalur pedestrian. Terkait banjir, ia mengapresiasi langkah “gercep” Pemkot Serang dan memastikan Pemprov Banten terus melakukan normalisasi sungai, termasuk Sungai Cibanten.
Asisten Daerah (Asda) I Kota Serang, Subagyo, menitipkan harapan besar kepada para wakil rakyat tersebut untuk mengawal proses penetapan Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten yang saat ini sudah berada di tingkat Kemendagri.
“Persyaratan dan kajian sudah kami sampaikan. Kami mendorong anggota DPRD Banten Dapil Kota Serang untuk membantu percepatan di Kemendagri,” kata Subagyo.
Tak hanya itu, Pemkot Serang juga meminta dukungan DPRD untuk menyelesaikan polemik penyerahan aset dari Kabupaten Serang ke Kota Serang. “Beberapa gedung milik Kabupaten di wilayah kota mulai mengganggu estetika dan menghambat penataan. Kami harap ini segera tuntas agar lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk fasilitas publik lainnya,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Serang juga mengusulkan bantuan provinsi untuk pembangunan Flyover Kaligandu. Meski sudah ada Flyover Keunyur, titik Kaligandu dinilai masih menjadi pusat kemacetan dan merupakan jalur pendukung kawasan industri Sawah Luhur.
Terakhir, Subagyo menyampaikan rencana pembangunan gedung pertemuan representatif di samping Banten International Stadium (BIS).
“Sebagai Ibu Kota Provinsi, kita butuh balai pertemuan besar untuk pengembangan ekonomi kreatif. Lahannya sudah ada, tinggal dukungan pembangunannya dari Provinsi,” tutupnya (






0 comments:
Post a Comment