![]() |
SERANG, KONTAK BANTEN – Ratusan warga di Kampung Kroya Indah, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, terpaksa menjalani sahur dalam kondisi memprihatinkan setelah banjir merendam permukiman mereka sejak Minggu dini hari (8/3/2026).
Genangan air yang masuk ke dalam rumah membuat aktivitas warga untuk memasak dan menyiapkan makanan sahur menjadi sangat terbatas. Sebagian warga bahkan hanya bisa menyantap makanan seadanya.
Salah seorang warga terdampak, Subarna (45), mengatakan air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB dan terus meningkat hingga mencapai paha orang dewasa saat waktu sahur tiba.
“Tadi sahur seadanya saja, makan mi instan karena stok yang ada cuma itu. Air sudah masuk ke rumah dari jam 11 malam, jadi fokus kami hanya menyelamatkan barang-barang,” ujarnya.
Ia menambahkan, banjir yang belum juga surut membuat aktivitas warga selama bulan Ramadan menjadi terganggu. Meski rumah mereka terendam, sebagian warga tetap berupaya menjalankan ibadah puasa.
Warga lainnya, Ahmad, menyebutkan sekitar 280 rumah di wilayah RT 07 dan sekitarnya terdampak banjir. Beberapa warga bahkan terpaksa mengungsi karena ketinggian air di dalam rumah belum juga surut.
Menurutnya, banjir terjadi akibat luapan Kali Mati yang dipicu hujan deras sejak Sabtu malam.
“Banjir ini kiriman dari Kali Mati yang meluap ditambah hujan deras semalam. Kami berharap ada bantuan logistik atau makanan dari pemerintah karena sampai saat ini belum ada bantuan yang masuk ke sini,” katanya.
Warga juga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sistem drainase serta normalisasi gorong-gorong di kawasan tersebut agar banjir tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Hingga Minggu pagi, ketinggian air dilaporkan mulai berangsur surut. Namun ratusan rumah warga masih tergenang dan masyarakat tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan hujan susulan di wilayah tersebut.

.gif)