TEHERAN, KONTAK BANTEN – Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan angkatan bersenjata Iran telah melancarkan gelombang serangan ke-30 yang menargetkan kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah menggunakan kombinasi drone serta rudal hipersonik dan balistik.
Dalam pernyataan yang dikutip televisi pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Senin, IRGC menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari Operasi Janji Sejati 4 yang diklaim berhasil sepenuhnya.
“Bersamaan dengan pemilihan Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, gelombang ke-30 Operasi Janji Sejati 4 dilakukan dengan keberhasilan 100 persen,” demikian pernyataan IRGC.
Menurut IRGC, serangan tersebut menargetkan apa yang disebut sebagai “pangkalan teroris Amerika Serikat” di kawasan Timur Tengah serta sejumlah wilayah yang diduduki di bagian utara. Serangan dilakukan menggunakan berbagai jenis persenjataan, termasuk rudal Khorramshahr, Fattah, dan Kheibar, serta drone strategis.
Pada hari yang sama, National Communication Centre Bahrain melaporkan bahwa fasilitas milik Bahrain Petroleum Company di desa Maameer sempat mengalami kebakaran setelah serangan yang dikaitkan dengan Iran.
Meski demikian, pihak berwenang Bahrain menyatakan insiden tersebut tidak menimbulkan kerusakan material yang signifikan. Tim pemadam kebakaran juga dilaporkan berhasil mengendalikan dan memadamkan api di lokasi.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di wilayah Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Pada hari pertama konflik, sebuah sekolah perempuan di Iran dilaporkan terkena serangan yang menewaskan sejumlah siswi yang sedang mengikuti kegiatan belajar. Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah.
.gif)