Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam yang diyakini terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan.
Al-Qur’an menyebut malam tersebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan karena menjadi momentum turunnya wahyu serta dipenuhi keberkahan, kedamaian, dan ampunan dari Allah SWT.
Mengutip penjelasan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), secara bahasa kata lailah berarti malam, sedangkan qadar bermakna ketetapan, ukuran, atau kemuliaan.
Dalam terminologi syariat, Lailatul Qadar dimaknai sebagai malam ketika Allah SWT menetapkan berbagai urusan tahunan sekaligus menurunkan Al-Qur’an ke langit dunia sebelum diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.
Keistimewaan tersebut ditegaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 1–3:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa nilai ibadah pada malam Lailatul Qadar melampaui ibadah selama ribuan bulan.
Waktu Terjadinya Lailatul Qadar
Al-Qur’an maupun hadis tidak menyebutkan tanggal pasti terjadinya malam Lailatul Qadar. Namun, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda agar umat Islam mencarinya pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Karena itu, para ulama menganjurkan peningkatan ibadah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Sebagian sahabat bahkan menilai malam ke-27 memiliki kemungkinan lebih besar, meski tidak ada dalil yang menetapkannya secara pasti.
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Sejumlah hadis riwayat Muslim menjelaskan tanda-tanda yang menyertai malam Lailatul Qadar. Tanda tersebut umumnya baru dapat dikenali setelah malam itu berlalu, antara lain:
- Suasana malam terasa tenang dan sejuk
- Tidak terlalu panas maupun dingin
- Langit tampak cerah tanpa cuaca ekstrem
- Matahari terbit dengan cahaya lembut pada pagi harinya
Para ulama menegaskan bahwa tanda-tanda tersebut bersifat indikatif, bukan penentu mutlak.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar memiliki sejumlah keutamaan utama dalam Islam.
1. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Para
mufasir, termasuk Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa amal ibadah pada malam
tersebut nilainya melebihi ibadah selama sekitar 83 tahun.
2. Malam Turunnya Al-Qur’an
Lailatul
Qadar menandai peristiwa awal turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup
manusia, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.
3. Malam Penuh Keberkahan dan Kedamaian
Surah
Al-Qadr menyebut para malaikat dan Malaikat Jibril turun membawa rahmat
dan ketetapan Allah hingga terbit fajar, menggambarkan malam yang penuh
ketenangan spiritual.
4. Pengampunan Dosa
Dalam
hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, siapa pun yang
menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala akan
diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Amalan yang Dianjurkan
Praktik Rasulullah SAW pada sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi rujukan utama dalam menghidupkan malam Lailatul Qadar, di antaranya:
- Qiyamul lail atau salat malam, sebagaimana dicontohkan Nabi yang meningkatkan ibadah pada akhir Ramadan
- Memperbanyak doa, termasuk doa yang diajarkan kepada Aisyah RA: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
- Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
- I’tikaf, yakni berdiam di masjid untuk fokus beribadah
- Memperbanyak sedekah dan amal kebaikan
Keutamaan-keutamaan tersebut menempatkan Lailatul Qadar sebagai momentum spiritual paling penting dalam Ramadan, dengan peluang pahala besar serta janji pengampunan bagi umat Islam yang menghidupkannya dengan keimanan dan keikhlasan.

.gif)