BEIRUT, KONTAK BANTEN – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sekitar 100.000 warga Lebanon terpaksa mengungsi akibat meningkatnya serangan militer Israel. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi dalam skala besar di berbagai wilayah negara itu.
Koordinator kemanusiaan PBB di Lebanon, Imran Riza, menyebut situasi dalam dua hari terakhir sebagai kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Skala peringatan evakuasi serta kepanikan masyarakat dinilai jauh lebih besar dibandingkan insiden sebelumnya.
Menurut Riza, gelombang pengungsian terjadi sangat cepat. Banyak warga meninggalkan rumah mereka dengan tergesa-gesa setelah menerima peringatan evakuasi dari militer Israel.
Kondisi tersebut memicu kepanikan di berbagai wilayah Lebanon. Banyak keluarga berpindah tempat tanpa tujuan pasti untuk mencari lokasi yang dianggap lebih aman.
Di salah satu penampungan di Beirut, jumlah keluarga yang mencari perlindungan meningkat tajam hanya dalam waktu sehari, dari sekitar 90 keluarga menjadi lebih dari 150 keluarga.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 123 orang tewas dan 683 lainnya terluka akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah negara tersebut.
Riza juga mengungkapkan bahwa sejumlah tenaga medis turut menjadi korban dalam konflik ini. Ia menegaskan pentingnya semua pihak menghormati hukum humaniter internasional, terutama dalam melindungi warga sipil dan fasilitas kesehatan.
.gif)