Penetapan tersebut diumumkan oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts) pada Minggu (8/3/2026). Lembaga tersebut menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin ketiga dalam sejarah Republik Islam Iran.
Dalam pernyataan resminya, Majelis Ahli terlebih dahulu menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ali Khamenei beserta sejumlah korban lain akibat serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Lembaga tersebut juga mengecam keras tindakan agresi militer kedua negara tersebut.
Majelis Ahli menegaskan bahwa meskipun Iran tengah berada dalam situasi konflik dan menghadapi ancaman militer, proses penetapan pemimpin tertinggi tetap dilaksanakan sesuai dengan konstitusi negara.
“Dengan peninjauan yang cermat serta berdasarkan kewajiban religius dan konstitusional, para anggota Majelis Ahli dengan mayoritas besar sepakat memilih Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Revolusi Islam,” demikian pernyataan resmi yang dikutip dari Tasnim News Agency.
Majelis Ahli merupakan lembaga penting dalam sistem pemerintahan Iran yang memiliki kewenangan untuk memilih, mengawasi, dan mengevaluasi kinerja Pemimpin Tertinggi. Anggota lembaga ini dipilih langsung oleh rakyat dan menjabat selama delapan tahun.
Sejak Revolusi Iran 1979, negara tersebut hanya memiliki tiga pemimpin tertinggi. Pemimpin pertama adalah Ayatollah Ruhollah Khomeini yang memimpin Iran dari 1979 hingga 1989.
Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Ali Khamenei sejak 1989 hingga 2026. Kini, tongkat kepemimpinan Republik Islam Iran resmi beralih kepada Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin ketiga negara tersebut.
.gif)