SERANG KONTAK BANTEN – Pemerintah Kota Serang terus memperkuat upaya pencegahan radikalisme melalui pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda. Kolaborasi lintas sektor pun digencarkan, melibatkan unsur keamanan, komunikasi, hingga ideologi untuk menciptakan sistem peringatan dini di tengah masyarakat.
Kepala Diskominfo Kota Serang, Irkham, menegaskan bahwa strategi sosialisasi akan dikemas secara kreatif dan adaptif dengan perkembangan digital, khususnya untuk menjangkau kalangan milenial dan Generasi Z.
“Kami akan mengemas sosialisasi ini melalui visualisasi yang menarik, baik berupa video maupun rilisan kreatif. Tujuannya agar pesan edukatif ini mudah diterima dan dipahami oleh kalangan milenial dan Gen Z melalui kanal media online Pemkot Serang,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu membangun early warning system atau sistem peringatan dini guna mendeteksi serta meredam potensi radikalisme sejak awal.
Sementara itu, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kota Serang, Chandra Afriyadi Sulaeman, menyampaikan komitmen penuh dalam mengawal program tersebut. Ia menilai kolaborasi antara Densus 88, Diskominfo, dan Kesbangpol merupakan langkah strategis yang saling melengkapi.
“Ini adalah langkah yang sangat bagus untuk memberikan atensi terkait paham yang bertentangan dengan norma hukum dan agama. Kesbangpol siap menyukseskan niat baik ini demi memastikan generasi muda kita memiliki benteng ideologi yang kokoh,” katanya.
Sasar Pelajar dan Media Digital
Program ini secara khusus menyasar pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK sebagai kelompok usia yang dinilai rentan terhadap paparan ideologi ekstrem.
Penyebaran edukasi akan dilakukan melalui berbagai platform, mulai dari videotron, media sosial, website resmi pemerintah, hingga konten video kreatif yang mudah diakses dan dipahami.
Adapun materi yang disampaikan meliputi:
- Edukasi bahaya radikalisme
- Literasi hukum
- Penguatan nilai-nilai kebangsaan dan NKRI
Wujudkan Generasi Tangguh
Melalui kolaborasi ini, Pemkot Serang menargetkan terciptanya generasi muda yang memiliki daya tangkal kuat terhadap paham radikal, sekaligus mendukung terwujudnya kondisi zero terrorist attack di wilayah Kota Serang.
Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam melindungi mentalitas generasi penerus, agar tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kehidupan berbangsa yang harmonis.

.gif)