JAKARTA KONTAK BANTEN — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menggelar forum diskusi bertajuk Indonesia Muda Bicara (IMB) yang menghadirkan para aktivis muda dari berbagai organisasi, Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta ini menjadi ruang terbuka bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan terkait isu nasional dan global.
Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, hadir langsung menyambut sekaligus berdialog dengan peserta. Ia menegaskan pentingnya forum seperti IMB sebagai wadah partisipasi anak muda dalam diskursus publik.
“Program Indonesia Muda Bicara memang harus sering diadakan sebagai ruang untuk mengeluarkan gagasan dan pikiran di ruang publik,” ujar Kholid.
Pada penyelenggaraan keempat ini, IMB mengangkat tema “Economic Outlook Indonesia di Era Krisis Geopolitik Dunia”. Tema tersebut dinilai relevan di tengah dinamika global yang terus berkembang dan berdampak pada kondisi ekonomi nasional.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai isu strategis yang mencuat, mulai dari posisi PKS dalam dinamika demokrasi Indonesia, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Desa Merah Putih, hingga strategi Indonesia menghadapi ketegangan geopolitik global seperti konflik Iran–Amerika Serikat.
Salah satu peserta, Shofiyulloh Cokro, mengapresiasi ruang dialog yang diberikan PKS kepada kalangan muda. Menurutnya, forum seperti ini penting untuk menjembatani komunikasi antara generasi muda dan pemangku kebijakan.
“Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memahami perspektif para pemimpin,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPP PKS Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa, Aang Kunaifi, menegaskan komitmen partainya dalam merangkul aktivis muda. Ia menyebut PKS memiliki kedekatan historis dengan gerakan mahasiswa dan ingin terus menjaga komunikasi tersebut.
“PKS ini banyak diisi oleh mantan aktivis. Karena itu, kami ingin tetap dekat dengan aktivis yang saat ini masih aktif di kampus,” ujarnya.
Melalui forum ini, PKS berharap dapat mendorong lahirnya ide-ide segar dari generasi muda sekaligus memperkuat peran mereka dalam menghadapi tantangan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.

.gif)